Mimpi besar Menpar Arief Yahya yang hendak diwujudkan mengenai pariwisata Indonesia adalah Homestay Desa Wisata yang menjadi industri baru dalam pengembangan amenitas pariwisata. Indonesia pun akan menjadi negara dengan homestay terbesar, terbanyak, dan terbaik dunia.
Tahun ini saja, ditargetkan 20.000, tahun 2018 ditambah 30.000, dan 2019 dibangun 50.000 yang bakal mencapai 100.000 pada 2019. Homestay dikelola secara korporasi, bukan cara koperasi, dijalankan dengan bisnis baru, berbasis pada digital yang disebut Menpar sebagai digital sharing economy.
Dalam Rapat Koordinasi Pariwisata II/2017 yang digelar bulan Mei lalu, dilansir dalam Tempo.co.id, Menpar Arief Yahya mengungkapkan tentang program Homestay Desa Wisata yang dilaksanakan mulai tahun ini. Program tersebut merupakan kontribusi Kemenpar terhadap Program Sejuta Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pembangunan homestay mempunyai nilai strategis. Terutama untuk memperkuat unsur Amenitas dalam teori 3A, yakni atraksi, amenitas, dan aksesibilitas.
Menurut travel.detik.com, Pariwisata merupakan sektor prioritas pembangunan pada 2015-2019 selain infrastruktur, maritim, energi dan pangan. Presiden Joko Widodo telah menetapkan pariwisata sebagai leading sector serta menetapkan target parwisata tahun 2019 menjadi dua kali lipat yakni kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional sebesar 15%, devisa yang dihasilkan sebesar Rp 240 triliun, sedangkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebanyak 20 juta dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air sebanyak 275 juta, serta membuka 13 juta lapangan kerja.
Untuk mencapai target tersebut Kemenpar telah mengembangkan 10 destinasi prioritas pariwisata sebagai 'Bali Baru' serta menetapkan tiga program utama (top 3 program) yang dilaksanakan tahun ini yaitu digitalisasi, homestay, dan konekstivitas. Program ini juga untuk mendukung branding baru 10 destinasi pariwisata utama, Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar/Jogja-Solo-Semarang, Coral Wonders/Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat, Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi.
Sebelumnya, dalam Kompas.com, beberapa pengelola desa wisata dan homestay mendapat penghargaan "ASEAN Award 2017" untuk kategori "Homestay" dan "Community Base Tourism (CBT)" tingkat Indonesia. Penghargaan itu diserahkan pada acara ASEAN Tourism Award 2017 di Hotel Pan Pacific, Singapura.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyerahkan penghargaan tersebut kepada para pemenang di hadapan beberapa menteri pariwisata negara anggota ASEAN dan organisasi industri pariwisata di Asia Tenggara.
Hal ini sungguh membanggakan dan penting bagi kemajuan pariwisata Indonesia. Seperti keterangan dalam kompas.com, penghargaan untuk lima homestay bertajuk "ASEAN Homestay Award 2017" diberikan kepada para pengelola homestay. Para pemenang kategori Homestay tingkat Indonesia antara lain:
- Suweden Homestay, Bali
- Homestay Bunga, Dieng Kulon, Jawa Tengah
- Homestay Adiluhung, Yogyakarta
- Homestay Suheri, Jawa Tengah
- Homestay Teratai 3, Cibuntu, Kuningan, Jawa Barat.
Sementara, untuk penghargaan community base tourism bertajuk "ASEAN CBT Award 2017". Penghargaan CBT diberikan kepada pengelola desa wisata yakni:
- Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta dengan perwakilan pengelola yaitu Sugeng Handoko
- Desa Wisata Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah, dengan perwakilan pengelola Alif Faozi
- Desa Wisata Panglipuran Bangli, Bali dengan perwakilan pengelola I Nengah Moneng.
Menpar Arief mengatakan bahwa tujuan dari penghargaan yang diterima Indonesia sebagai bentuk apreasiasi untuk pariwisata berkualitas yang langsung melibatkan masyarakat.
Showing posts with label Menpar Arief Yahya. Show all posts
Showing posts with label Menpar Arief Yahya. Show all posts
Tuesday, September 5, 2017
Arus Wisata Terus Berkembang, Garuda Indonesia Terbang ke Banyuwangi
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyambut gembira pembukaan rute penerbangan baru Jakarta-Banyuwangi, oleh Maskapai Garuda Indonesia secara langsung (direct flight) mulai 8 September 2017 yang akan datang. Tambahan penerbangan itu berarti akan ada enam kali penerbangan menuju Banyuwangi per harinya.
”Jujur saja, kami di Banyuwangi awalnya tidak pernah menyangka perkembangan penerbangan ke daerah bisa cukup pesat seperti ini,” ujar Anas dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir kumparan.com.
Dikatakannya, Banyuwangi memulai pengembangan daerah secara bertahap. Berbagai keterbatasan yang ada dijadikan tantangan dan kesempatan untuk memajukan daerah.
”Kami memulai dari tak ada penerbangan sampai sekarang ada enam kali penerbangan tiap hari. Dengan arus wisatawan, dunia usaha, kalangan pendidikan, dan masyarakat luas ke Banyuwangi, tentu ini berdampak positif ke ekonomi, yang di antaranya ditunjukkan dengan peningkatan pendapatan per kapita warga dan penurunan kemiskinan," ujar bupati berusia 44 tahun ini.
Tambahnya lagi, Jakarta merupakan jantung ekonomi Indonesia. Termasuk pasar wisatawan domestik terbesar juga ada di sana. Jadi tambahan rute dari Garuda ini menjadi peluang bagi Banyuwangi dan sekitarnya untuk terus mengembangkan daerahnya.
Di sisi lain, dalam Viva.co.id, Pariwisata Banyuwangi memang makin seksi. Beragam maskapai mulai memesan slot untuk mendaratkan pesawatnya ke ujung timur Jawa Timur itu. Dari NAM Air, group Sriwijaya hingga Garuda Indonesia yang berkomitmen terbang di waktu yang sama, 8 September 2017 nanti. Pilihan Presiden Joko Widodo menempatkan sektor pariwisata sebagai core economy bangsa itu tepat. Maka, magnit yang membuat maskapai penerbangan nasional itu ke daerah berjuluk Sunrise of Java itu tak lain adalah pariwisata.
Menurut Menpar Arief Yahya, pasarnya memang ada, dari Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso dan Jembrana. Total penduduknya lebih dari 2 juta dari 5 kabupaten terdekat. Ia berharap, Kabupaten Banyuwangi memiliki bandara internasional untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke kabupaten yang sudah mendapat predikat Kota Festival tersebut.
Arus frekuensi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara memang makin meningkat saja dipicu keindahan destinasi dan atraksi-atraksi yang dimiliki Banyuwangi. Ini berkat kegigihan Bupati Anas yang terus meningkatkan amenitas, akses, dan atraksi di Banyuwangi, lewat agenda wisata tahunan yang terangkum dalam Banyuwangi Festival yang digunakan untuk menarik wisatawan. Tahun 2017 ini saja, ada 72 event yang digelar sepanjang tahun.
”Jujur saja, kami di Banyuwangi awalnya tidak pernah menyangka perkembangan penerbangan ke daerah bisa cukup pesat seperti ini,” ujar Anas dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir kumparan.com.
Dikatakannya, Banyuwangi memulai pengembangan daerah secara bertahap. Berbagai keterbatasan yang ada dijadikan tantangan dan kesempatan untuk memajukan daerah.
”Kami memulai dari tak ada penerbangan sampai sekarang ada enam kali penerbangan tiap hari. Dengan arus wisatawan, dunia usaha, kalangan pendidikan, dan masyarakat luas ke Banyuwangi, tentu ini berdampak positif ke ekonomi, yang di antaranya ditunjukkan dengan peningkatan pendapatan per kapita warga dan penurunan kemiskinan," ujar bupati berusia 44 tahun ini.
Tambahnya lagi, Jakarta merupakan jantung ekonomi Indonesia. Termasuk pasar wisatawan domestik terbesar juga ada di sana. Jadi tambahan rute dari Garuda ini menjadi peluang bagi Banyuwangi dan sekitarnya untuk terus mengembangkan daerahnya.
Di sisi lain, dalam Viva.co.id, Pariwisata Banyuwangi memang makin seksi. Beragam maskapai mulai memesan slot untuk mendaratkan pesawatnya ke ujung timur Jawa Timur itu. Dari NAM Air, group Sriwijaya hingga Garuda Indonesia yang berkomitmen terbang di waktu yang sama, 8 September 2017 nanti. Pilihan Presiden Joko Widodo menempatkan sektor pariwisata sebagai core economy bangsa itu tepat. Maka, magnit yang membuat maskapai penerbangan nasional itu ke daerah berjuluk Sunrise of Java itu tak lain adalah pariwisata.
Menurut Menpar Arief Yahya, pasarnya memang ada, dari Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso dan Jembrana. Total penduduknya lebih dari 2 juta dari 5 kabupaten terdekat. Ia berharap, Kabupaten Banyuwangi memiliki bandara internasional untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke kabupaten yang sudah mendapat predikat Kota Festival tersebut.
Arus frekuensi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara memang makin meningkat saja dipicu keindahan destinasi dan atraksi-atraksi yang dimiliki Banyuwangi. Ini berkat kegigihan Bupati Anas yang terus meningkatkan amenitas, akses, dan atraksi di Banyuwangi, lewat agenda wisata tahunan yang terangkum dalam Banyuwangi Festival yang digunakan untuk menarik wisatawan. Tahun 2017 ini saja, ada 72 event yang digelar sepanjang tahun.
Monday, August 28, 2017
Kulon Progo Akan Bangun Wisata Edukasi Taman Kerajaan Nusantara
Taman Kerajaan Nusantara rencana akan didirikan di Kulon Progo. Inimerupakan ide dari Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo yang disampaikan saat meluncurkan KULFEST-Festival Kampung Budaya di Gedung Sapta Pesona, Kementrian Pariwisata yang baru lalu.
"Kita juga akan membangun taman mini-nya kerajaan-kerajaan Indonesia. Namanya Taman Kerajaan Nusantara. Seluas 50 hektar, terinspirasi dari Kerajaan Gajah Mada yang ingin mempersatukan Nusantara," ungkap Hasto, dilansir dari Kompas.com.
Menyambut rencana beroperasinya New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada 2019, Kabupaten Kulon Progo memang terus bersiap dengan menambah ragam destinasi wisatanya. Keunggulan di bidang budaya ini dimanfaatkan pemerintah setempat untuk membangun destinasi bersifat kebudayaan.
Taman kerajaan tersebut nanti akan mempersatukan 43 kerajaan dari seluruh Nusantara yang jaya pada masa lampau. Wisatawan bisa mempelajari masa kejayaan tiap kerajaan di Nusantara. Mereka akan disuguhkan kebudayaan khas masing-masing kerajaan, jejak dan bukti sejarahnya, hingga membuat kerajinan khasnya jika ada.
Ke-43 kerajaan tersebut dipilih berdasarkan bukti-bukti sejarah yang representatif untuk dikenalkan kepada wisatawan. Semuanya memiliki andil besar di Nusantara, memiliki kearifan lokal yang luar biasa, dan masih lengkap bukti-bukti fisiknya untuk dipamerkan dan dipelajari.
"Tahun ini sudah tahap DED, lalu perencanaan tersebut kita roadshow-kan ke Mendikbud, Menpar, juga bupati dan gubernur. Sementara ini sudah mendapat izin inventaris dari 43 kerajaan Nusantara," ungkap Hasto lagi.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi ide tersebut. Ia mengaku tertarik dengan gagasan unik yang memanfaatkan kekayaan budaya Indonesia. Menurutnya, ide tamannya bagus sekali, marketing menjualnya akan mudah, karena orang akan berkunjung ke daerah-daerah asalnya. Jadi akan didukung sebagai attraction di Kulon Progo.
Selain itu, demi kesiapan daerahnya di 2019, Kulon Progo berencana membangun destinasi-destinasi lainnya yang berbasis kebudayaan, termasuk prasasti.
Menurut lifestyle.com, proyek ini akan menjadi alternatif bagi wisata berbasis kebudayaan untuk menarik wisatawan. Kehadiran wisatawan dipastikan akan menciptakan peluang berusaha bagi warga dalam berbagai versi. Selain itu, hal ini juga selaras dengan pengembangan wisata kawasan Utara Kulonprogo.
"Kita juga akan membangun taman mini-nya kerajaan-kerajaan Indonesia. Namanya Taman Kerajaan Nusantara. Seluas 50 hektar, terinspirasi dari Kerajaan Gajah Mada yang ingin mempersatukan Nusantara," ungkap Hasto, dilansir dari Kompas.com.
Menyambut rencana beroperasinya New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada 2019, Kabupaten Kulon Progo memang terus bersiap dengan menambah ragam destinasi wisatanya. Keunggulan di bidang budaya ini dimanfaatkan pemerintah setempat untuk membangun destinasi bersifat kebudayaan.
Taman kerajaan tersebut nanti akan mempersatukan 43 kerajaan dari seluruh Nusantara yang jaya pada masa lampau. Wisatawan bisa mempelajari masa kejayaan tiap kerajaan di Nusantara. Mereka akan disuguhkan kebudayaan khas masing-masing kerajaan, jejak dan bukti sejarahnya, hingga membuat kerajinan khasnya jika ada.
Ke-43 kerajaan tersebut dipilih berdasarkan bukti-bukti sejarah yang representatif untuk dikenalkan kepada wisatawan. Semuanya memiliki andil besar di Nusantara, memiliki kearifan lokal yang luar biasa, dan masih lengkap bukti-bukti fisiknya untuk dipamerkan dan dipelajari.
"Tahun ini sudah tahap DED, lalu perencanaan tersebut kita roadshow-kan ke Mendikbud, Menpar, juga bupati dan gubernur. Sementara ini sudah mendapat izin inventaris dari 43 kerajaan Nusantara," ungkap Hasto lagi.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi ide tersebut. Ia mengaku tertarik dengan gagasan unik yang memanfaatkan kekayaan budaya Indonesia. Menurutnya, ide tamannya bagus sekali, marketing menjualnya akan mudah, karena orang akan berkunjung ke daerah-daerah asalnya. Jadi akan didukung sebagai attraction di Kulon Progo.
Selain itu, demi kesiapan daerahnya di 2019, Kulon Progo berencana membangun destinasi-destinasi lainnya yang berbasis kebudayaan, termasuk prasasti.
Menurut lifestyle.com, proyek ini akan menjadi alternatif bagi wisata berbasis kebudayaan untuk menarik wisatawan. Kehadiran wisatawan dipastikan akan menciptakan peluang berusaha bagi warga dalam berbagai versi. Selain itu, hal ini juga selaras dengan pengembangan wisata kawasan Utara Kulonprogo.
Friday, August 25, 2017
Sport Tourism, Ajang Promosi Wisata yang Potensial
Makin banyaknya program wisata olahraga atau sport tourism yang dilakukan di Indonesia, meningkatkan tren sebagai ajang promosi pariwisata Indonesia. Cukup banyak acara olah raga yang melibatkan wisatawan yang diminati demi merasakan sensasi panorama Indonesia yang luar biasa.
Pemerintahpun memperhatikan ini dan terus mengembangkan potensi-potensi pariwisata dan olah raga yang dapat meningkatkan minat wisatawan mancanegara berdatangan dan ikut terlibat di dalamnya.
Beberapa tahun belakangan, menurut kompas.com, sport tourism memang ramai digelar untuk mempromosikan pariwisata berbagai daerah Indonesia. Ragam kompetisi olahraga internasional yang mulai rutin digelar antara lain Ironman di Bintan, Tour de Flores, Tour de Singkarak, hingga lomba selancar dan paralayang. Banyak sport tourism yang memberikan efek keramaian yang luar biasa itu membuat para peserta yang terlibat berpotensi untuk mengajak rekan dan keluarga agar datang dan berwisata ke Indonesia.
Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, sport tourism efektif karena nilai media value atau media branding-nya tinggi. Media value yang didapat minimal bisa dua kali lipat dari direct impact turis yang datang, karena dipromosikan oleh media nasional dan internasional sebelum, sesaat, dan sesudah acara.
Ia memberikan contoh, jika Moto GP kelak diadakan di Indonesia, maka potensi keuntungan minimumnya hingga Rp 2 triliun dengan modal Rp 130 miliar. Moto GP tersebut akan bisa mengundang 100.000 wisatawan, dan menghasilkan nilai ekonomi Rp 1 triliun. Sedangkan media value-nya minimal dapat Rp 2 triliun.
Seperti biasa, Pemda memang membutuhkan modal sangat besar di awal, tapi uniknya sport tourism ini modalnya tidak hanya dari Pemda, tapi juga akan banyak sektor yang terlibat. Dijelaskannya pula, modal dari sport tourism bisa melalui tiket, merchendise, dan yang paling besar ialah sponsor karena publikasi akan sangat besar.
"Jika dikalkulasi, pendapatan dari wisatawan yang datang memang tidak bisa dipastikan secara langsung. Tapi kita mendapatkan promosi yang begitu besar. Disorot media nasional dan luar hingga jadi trending topic di sana," ujar Menpar Arief menambahkan lewat situs kompas.com.
Pemerintahpun memperhatikan ini dan terus mengembangkan potensi-potensi pariwisata dan olah raga yang dapat meningkatkan minat wisatawan mancanegara berdatangan dan ikut terlibat di dalamnya.
Beberapa tahun belakangan, menurut kompas.com, sport tourism memang ramai digelar untuk mempromosikan pariwisata berbagai daerah Indonesia. Ragam kompetisi olahraga internasional yang mulai rutin digelar antara lain Ironman di Bintan, Tour de Flores, Tour de Singkarak, hingga lomba selancar dan paralayang. Banyak sport tourism yang memberikan efek keramaian yang luar biasa itu membuat para peserta yang terlibat berpotensi untuk mengajak rekan dan keluarga agar datang dan berwisata ke Indonesia.
Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, sport tourism efektif karena nilai media value atau media branding-nya tinggi. Media value yang didapat minimal bisa dua kali lipat dari direct impact turis yang datang, karena dipromosikan oleh media nasional dan internasional sebelum, sesaat, dan sesudah acara.
Ia memberikan contoh, jika Moto GP kelak diadakan di Indonesia, maka potensi keuntungan minimumnya hingga Rp 2 triliun dengan modal Rp 130 miliar. Moto GP tersebut akan bisa mengundang 100.000 wisatawan, dan menghasilkan nilai ekonomi Rp 1 triliun. Sedangkan media value-nya minimal dapat Rp 2 triliun.
Seperti biasa, Pemda memang membutuhkan modal sangat besar di awal, tapi uniknya sport tourism ini modalnya tidak hanya dari Pemda, tapi juga akan banyak sektor yang terlibat. Dijelaskannya pula, modal dari sport tourism bisa melalui tiket, merchendise, dan yang paling besar ialah sponsor karena publikasi akan sangat besar.
"Jika dikalkulasi, pendapatan dari wisatawan yang datang memang tidak bisa dipastikan secara langsung. Tapi kita mendapatkan promosi yang begitu besar. Disorot media nasional dan luar hingga jadi trending topic di sana," ujar Menpar Arief menambahkan lewat situs kompas.com.
Thursday, August 24, 2017
Pariwisata Indonesia Jadi Prospek Bisnis Masa Depan
Kepala BKPM Thomas Lembong dalam www.jpnn.com mengatakan, sektor pariwisata merupakan ujung tombak baru dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penanaman modal. "Sektor pariwisata dan ini yang tidak kalah pentingnya yakni infrastruktur pendukung akan menjadi sektor prioritas untuk menarik investor asing dan domestik," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media.
Sementara itu Menpar Arief Yahya menjelaskan, sektor pariwisata adalah alat yang paling murah dan mudah bagi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendapatkan devisa asing serta menciptakan lapangan kerja. Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2015 jauh di atas pertumbuhan pariwisata di ASEAN dan Dunia.
Terkait dengan infrastruktur pendukung dan infrastruktur dasar seperti jalan, air, listrik dan internet yang kini populer dengan istilah JALI, sudah menjadi basic needs. “Investasi JALI itu menjadi tugas pemerintah. Yang mengisi dan menghidupkan kawasan dengan amenitas itu, harus menggerakkan private sector,” lanjut dia.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Kementerian Pariwisata memang proaktif memasarkan potensi investasi di sektor pariwisata dan infrastruktur pendukungnya. Salah satu upaya itu dilakukan melalui Regional Investment Forum (RIF) 2017 yang digelar BKPM di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali bulan Februari lalu.
Selain dialog forum bisnis dengan pembicara utama Mentpar Arief Yahya, RIF ini juga terintegrasi dengan one on one meeting. Ada pula, seperti dilansir www.metrotvnews.com, pameran produk-produk perusahaan penanaman modal unggulan. BKPM juga, dalam kegiatan tersebut telah mencatat 70 pertemuan one on one meeting baik antara investor dengan pemerintah daerah maupun investor dengan perusahaan lokal. Pertemuan one on one meeting tersebut bertujuan untuk mempromosikan potensi investasi pariwisata dan infrastruktur pendukungnya di daerah kepada existing investor maupun calon investor baik domestik maupun asing.
Himawan Hariyoga, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemenpar untuk meningkatkan investasi di sektor pariwisata. "Arahan Presiden Jokowi yang menargetkan jumlah wisatawan asing mencapai 20 juta tentu membutuhkan kerja keras dan sinergi berbagai Kementerian dan Lembaga, BKPM siap mendukung dari sisi investasi," terang Himawan.
Kegiatan RIF 2017 juga dihadiri 30 kepala Dinas Penanaman Modal-PTSP Provinsi. Ada juga pengelola lima kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Yakni KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Morotai di Maluku Utara, Labuan Bajo, di Nusa Tenggara Timur,Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Bunaken di Sulawesi Utara.
Sementara itu Menpar Arief Yahya menjelaskan, sektor pariwisata adalah alat yang paling murah dan mudah bagi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendapatkan devisa asing serta menciptakan lapangan kerja. Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2015 jauh di atas pertumbuhan pariwisata di ASEAN dan Dunia.
Terkait dengan infrastruktur pendukung dan infrastruktur dasar seperti jalan, air, listrik dan internet yang kini populer dengan istilah JALI, sudah menjadi basic needs. “Investasi JALI itu menjadi tugas pemerintah. Yang mengisi dan menghidupkan kawasan dengan amenitas itu, harus menggerakkan private sector,” lanjut dia.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Kementerian Pariwisata memang proaktif memasarkan potensi investasi di sektor pariwisata dan infrastruktur pendukungnya. Salah satu upaya itu dilakukan melalui Regional Investment Forum (RIF) 2017 yang digelar BKPM di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali bulan Februari lalu.
Selain dialog forum bisnis dengan pembicara utama Mentpar Arief Yahya, RIF ini juga terintegrasi dengan one on one meeting. Ada pula, seperti dilansir www.metrotvnews.com, pameran produk-produk perusahaan penanaman modal unggulan. BKPM juga, dalam kegiatan tersebut telah mencatat 70 pertemuan one on one meeting baik antara investor dengan pemerintah daerah maupun investor dengan perusahaan lokal. Pertemuan one on one meeting tersebut bertujuan untuk mempromosikan potensi investasi pariwisata dan infrastruktur pendukungnya di daerah kepada existing investor maupun calon investor baik domestik maupun asing.
Himawan Hariyoga, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemenpar untuk meningkatkan investasi di sektor pariwisata. "Arahan Presiden Jokowi yang menargetkan jumlah wisatawan asing mencapai 20 juta tentu membutuhkan kerja keras dan sinergi berbagai Kementerian dan Lembaga, BKPM siap mendukung dari sisi investasi," terang Himawan.
Kegiatan RIF 2017 juga dihadiri 30 kepala Dinas Penanaman Modal-PTSP Provinsi. Ada juga pengelola lima kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Yakni KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Morotai di Maluku Utara, Labuan Bajo, di Nusa Tenggara Timur,Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Bunaken di Sulawesi Utara.
Tuesday, August 22, 2017
Puncak HUT ke-72 Jatuh di Bandung: 'Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017'
Kota Bandung akan menjadi kota penyelenggara pesta rakyat bertajuk ‘Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017’ di hari Sabtu, 26 Agustus 2017 nanti. Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 ini merupakan puncak perayaan 17 Agustus dan penutup dari bulan kemerdekaan.
Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 ini akan mengangkat tema ‘Nyalakan Api Semangat Kerja Bersama’. Karnaval ini akan melibatkan lebih dari 1.200 peserta berlatar belakang seniman dan berbagai komunitas anak muda di Jawa Barat, serta perwakilan dari berbagai daerah penyelenggara festival-festival terbaik se-Indonesia, termasuk di antaranya adalah yang sudah memiliki reputasi internasional. Kurasi dan produksi Karnaval akan dilakukan oleh Tim yang berasal dari jawa Barat dipimpin olah Kang Aat Suratin.
Menurut keterangan tertulis Menteri Pariwisata Arief Yahya yang diterima Traveltoday, karnaval ini akan menjadi pesta rakyat yang menampilkan arak-arakan budaya nusantara sebagai representasi dari keberagaman suku dan budaya di Tanah air, dengan semangat api kerja bersama untuk mengisi kemerdekaan. Bandung dikenal sebagai kota kreatif dan budaya, pemilihan Bandung sebagai penyelenggara akan semakin menguatkan posisi Bandung sebagai pusat industri kreatif dan destinasi karnaval berkelas dunia.
Karnaval Kemerdekaan muncul menyambut ide Presiden Joko Widodo yang ingin agar Karnaval Kemerdekaan diadakan tidak berpusat hanya di Jakarta saja, agar kegembiraan kemerdekaan bisa dirasakan di semua daerah.
Aat Suratin, budaya penggagas, pelaksana, dan kurator Karnaval menyatakan akan menampilkan beragam ekspresi budaya dari seluruh nusantara. Ekspresi budaya beragam tersebut akan tercermin dari kostum, seni tari, musik, dan rupa yang ditampilkan.
Presiden dan Ibu egara akan ikut berpartisipasi sebagai peserta karnaval dengan menaiki Kereta Pancasila, mobil hias yang dirancang oleh lima seniman Bandung. Kereta Pancasila tersebut menyiratkan makna kerja budaya dan gotong royong yang mengejawantah dalam laku budaya kebersamaan.
Rangkaian kegiatan karnaval di Bandung ini akan dimulai pukul 9.30WIB dengan panjang lintasan karnaval keseluruhan 3,8km. Mulai dari depan Gedung Sate menuju ke Jl. Ir. H. Juanda (Jl. Dago), Jl. Merdeka menuju ke Taman Vanda. Di taman ini Bapak dan Ibu Presiden akan turun untuk menyaksikan rangkaian Karnaval.
“Eksposur medianya juga sangat besar. Ini akan berdampak baik bagi pariwisata Bandung dan tentunya Indonesia," ujar Menpar seperti dilansir sportourism.id. Pria asli Banyuwangi ini berharap acara yang meriah sehingga wisatawan yang datang tidak akan kecewa. Siap-siaplah terkesima oleh ragam kekayaan budaya Indonesia dan masyarakat Sunda, juga penampilan artis papan atas Indonesia.
Masyarakat yang hadir dihimbau agar mengenakan pakaian daerah atau pakaian Nasional, agar Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 ini semakin semarak dan meriah.
Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 ini akan mengangkat tema ‘Nyalakan Api Semangat Kerja Bersama’. Karnaval ini akan melibatkan lebih dari 1.200 peserta berlatar belakang seniman dan berbagai komunitas anak muda di Jawa Barat, serta perwakilan dari berbagai daerah penyelenggara festival-festival terbaik se-Indonesia, termasuk di antaranya adalah yang sudah memiliki reputasi internasional. Kurasi dan produksi Karnaval akan dilakukan oleh Tim yang berasal dari jawa Barat dipimpin olah Kang Aat Suratin.
Menurut keterangan tertulis Menteri Pariwisata Arief Yahya yang diterima Traveltoday, karnaval ini akan menjadi pesta rakyat yang menampilkan arak-arakan budaya nusantara sebagai representasi dari keberagaman suku dan budaya di Tanah air, dengan semangat api kerja bersama untuk mengisi kemerdekaan. Bandung dikenal sebagai kota kreatif dan budaya, pemilihan Bandung sebagai penyelenggara akan semakin menguatkan posisi Bandung sebagai pusat industri kreatif dan destinasi karnaval berkelas dunia.
Karnaval Kemerdekaan muncul menyambut ide Presiden Joko Widodo yang ingin agar Karnaval Kemerdekaan diadakan tidak berpusat hanya di Jakarta saja, agar kegembiraan kemerdekaan bisa dirasakan di semua daerah.
Aat Suratin, budaya penggagas, pelaksana, dan kurator Karnaval menyatakan akan menampilkan beragam ekspresi budaya dari seluruh nusantara. Ekspresi budaya beragam tersebut akan tercermin dari kostum, seni tari, musik, dan rupa yang ditampilkan.
Presiden dan Ibu egara akan ikut berpartisipasi sebagai peserta karnaval dengan menaiki Kereta Pancasila, mobil hias yang dirancang oleh lima seniman Bandung. Kereta Pancasila tersebut menyiratkan makna kerja budaya dan gotong royong yang mengejawantah dalam laku budaya kebersamaan.
Rangkaian kegiatan karnaval di Bandung ini akan dimulai pukul 9.30WIB dengan panjang lintasan karnaval keseluruhan 3,8km. Mulai dari depan Gedung Sate menuju ke Jl. Ir. H. Juanda (Jl. Dago), Jl. Merdeka menuju ke Taman Vanda. Di taman ini Bapak dan Ibu Presiden akan turun untuk menyaksikan rangkaian Karnaval.
“Eksposur medianya juga sangat besar. Ini akan berdampak baik bagi pariwisata Bandung dan tentunya Indonesia," ujar Menpar seperti dilansir sportourism.id. Pria asli Banyuwangi ini berharap acara yang meriah sehingga wisatawan yang datang tidak akan kecewa. Siap-siaplah terkesima oleh ragam kekayaan budaya Indonesia dan masyarakat Sunda, juga penampilan artis papan atas Indonesia.
Masyarakat yang hadir dihimbau agar mengenakan pakaian daerah atau pakaian Nasional, agar Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 ini semakin semarak dan meriah.
Monday, August 21, 2017
Patung Lilin Jokowi Pakai Batik, Gaung 'Wonderful Indonesia' Makin Menarik
Pada tanggal 17 Agustus 2017 yang baru lalu, patung lilin Presiden Jokowi di Museum Madame Tussauds Hong Kong, yang semula mengenakan kemeja putih, kini diganti dengan kemeja batik. Cara ini sebagai bentuk apresiasi pada kain khas Indonesia yang telah menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO di 2009 silam.
“Setelah lebih dari tiga bulan mengenakan baju putih ciri khasnya, mulai tanggal 12 Agustus 2017, kemeja batik akan menghiasi patung lilin Presiden Joko Widodo di Museum Madame Tussauds Hong Kong,” kata Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Tri Tharyat seperti dikutip detik.com dalam keterangan tertulisnya.
Baju batik yang dipakai oleh patung lilin Jokowi sendiri merupakan baju batik asli milik Jokowi dan pernah dipakai oleh Jokowi. Menurut infonawacita.com, hal tersebut menegaskan kembali ungkapan Presiden Jokowi saat mengunjungi Museum Madame Tussauds Hong Kong pada 1 Mei 2017 lalu. Pada kunjungan tersebut Presiden menjelaskan jika patungnya akan mengenakan kemeja batik. Kemeja batik yang dipasangkan di patung lilinnya itu memang asli miliknya sendiri.
Dilansir dari viva.co.id, nuansa beda sangat terasa karena aroma khas Batik yang berasal dari bahan-bahan pewarna alami pembuatan batik seperti kulit-kulit kayu dan bahan yang lainnya ini menyebar ke seluruh ruangan museum. Hal inilah yang membuat para pengunjung ingin mendekat dan menghirup wanginya.
"Ini salah satu cara Presiden Jokowi mempromosikan pariwisata Indonesia. Batik ini pakaian tradisional asli Indonesia, sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Oleh sebab itu beliau berharap, pengunjung khususnya dari Indonesia dapat merasa seperti di 'rumah' sendiri. Ini sekaligus mengenalkan batik sebagai budaya asli Indonesia kepada pengunjung dari berbagai negara," kata Bernadette Chow, Marketing Executive Madame Tussauds Hongkong.
Selain mengganti kemejanya dengan Batik, Jokowi bersama Ibu Negara Iriana juga berharap figur patungnya tersebut dapat lebih mempromosikan pariwisata Indonesia.
"Backgroundnya saya minta diganti setiap bulan. Bisa Labuan Bajo, Bali, Raja Ampat, Danau Toba, terus diganti backgroundnya. Ini saya kira bagus untuk (promosi) pariwisata kita," kata Jokowi. Figur lilin Jokowi ini menjadikan satu-satunya kepala negara aktif di Asia Tenggara yang menghiasi museum tersebut.
Menpar Arief Yahya juga bangga atas inisiatif Presiden Jokowi untuk terus mengenalkan pariwisata Indonesia. “Presiden Jokowi ini memang benar benar benar endorser Wonderful Indonesia paling menjadi 'bintang iklan' mengenalkan pariwisata Indonesia," ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI melalui viva.co.id.
Menpar Arief Yahya menjadi semakin optimistis dan percaya diri dalam mengembangkan pariwisata ketika presiden menaruh perhatian di sektor pariwisata.
“Spirit Presiden Jokowi inilah timing yang paling bagus untuk mempromosikan lebih keras lagi sehingga membuat Wonderful Indonesia semakin bergaung di seluruh dunia. Terimakasih Presiden Jokowi,” kata Arief Yahya.
“Setelah lebih dari tiga bulan mengenakan baju putih ciri khasnya, mulai tanggal 12 Agustus 2017, kemeja batik akan menghiasi patung lilin Presiden Joko Widodo di Museum Madame Tussauds Hong Kong,” kata Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Tri Tharyat seperti dikutip detik.com dalam keterangan tertulisnya.
Baju batik yang dipakai oleh patung lilin Jokowi sendiri merupakan baju batik asli milik Jokowi dan pernah dipakai oleh Jokowi. Menurut infonawacita.com, hal tersebut menegaskan kembali ungkapan Presiden Jokowi saat mengunjungi Museum Madame Tussauds Hong Kong pada 1 Mei 2017 lalu. Pada kunjungan tersebut Presiden menjelaskan jika patungnya akan mengenakan kemeja batik. Kemeja batik yang dipasangkan di patung lilinnya itu memang asli miliknya sendiri.
Dilansir dari viva.co.id, nuansa beda sangat terasa karena aroma khas Batik yang berasal dari bahan-bahan pewarna alami pembuatan batik seperti kulit-kulit kayu dan bahan yang lainnya ini menyebar ke seluruh ruangan museum. Hal inilah yang membuat para pengunjung ingin mendekat dan menghirup wanginya.
"Ini salah satu cara Presiden Jokowi mempromosikan pariwisata Indonesia. Batik ini pakaian tradisional asli Indonesia, sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Oleh sebab itu beliau berharap, pengunjung khususnya dari Indonesia dapat merasa seperti di 'rumah' sendiri. Ini sekaligus mengenalkan batik sebagai budaya asli Indonesia kepada pengunjung dari berbagai negara," kata Bernadette Chow, Marketing Executive Madame Tussauds Hongkong.
Selain mengganti kemejanya dengan Batik, Jokowi bersama Ibu Negara Iriana juga berharap figur patungnya tersebut dapat lebih mempromosikan pariwisata Indonesia.
"Backgroundnya saya minta diganti setiap bulan. Bisa Labuan Bajo, Bali, Raja Ampat, Danau Toba, terus diganti backgroundnya. Ini saya kira bagus untuk (promosi) pariwisata kita," kata Jokowi. Figur lilin Jokowi ini menjadikan satu-satunya kepala negara aktif di Asia Tenggara yang menghiasi museum tersebut.
Menpar Arief Yahya juga bangga atas inisiatif Presiden Jokowi untuk terus mengenalkan pariwisata Indonesia. “Presiden Jokowi ini memang benar benar benar endorser Wonderful Indonesia paling menjadi 'bintang iklan' mengenalkan pariwisata Indonesia," ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI melalui viva.co.id.
Menpar Arief Yahya menjadi semakin optimistis dan percaya diri dalam mengembangkan pariwisata ketika presiden menaruh perhatian di sektor pariwisata.
“Spirit Presiden Jokowi inilah timing yang paling bagus untuk mempromosikan lebih keras lagi sehingga membuat Wonderful Indonesia semakin bergaung di seluruh dunia. Terimakasih Presiden Jokowi,” kata Arief Yahya.
Friday, August 18, 2017
Apresiasi Menpar Arief Untuk Pasa Harau Art and Culture Festival
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi digelarnya kembali Pasa Harau Art and Culture Festival. Masyarakat sebagai komponen paling penting dalam pariwisata mengambil perannya dalam menjaga dan mengangkat kebudayaan setempat dan mengemasnya menjadi satu sajian menarik demi mengambil perhatian wisatawan.
Pasa Harau Art and Cultre Festival sendiri mengambil kata ‘Pasa’ yang di Minangkabau berarti ‘pasar’ sebagai konsep dasar yang juga dapat berarti keramaian.
[caption id="attachment_1985" align="aligncenter" width="1080"]
Publikasi Pasa Harau Art and Culture Festival yang didukung Menpar Arief Yahya. (foto: sportourism.id)[/caption]
Nagari Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat memang akan kembali “berpesta”, menyusul akan digelarnya kembali Pasa Harau Art & Culture Festival pada 25 hingga 27 Agustus 2017 mendatang. Festival ini akan mengulang kesuksesan penyelenggaraannya di tahun lalu.
Selama tiga hari penyelenggaraan, festival yang didukung Kementerian Pariwisata ini bakal menyuguhkan ragam kebudayaan masyarakat sekitar Lembah Harau, permainan tradisional hingga pertunjukan musik akustik dengan menghadirkan musisi senior Fariz RM.
[caption id="attachment_1986" align="aligncenter" width="800"]
Rumah Gadang di tengah Lembah Harau Payakumbuh. (foto: www.lihat.co.id)[/caption]
Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara (BP3N) Kementerian Pariwista Esthy Reko Astuti mendukung terselenggaranya kembali festival yang diinisiasi komunitas masyarakat Nagari Harau. Pasa Harau Art & Culture Festival ini berbeda dengan kegiatan serupa di Indonesia. Pengunjung atau wisatawan yang jadi peserta akan diajak terlibat langsung menjadi bagian kegiatan kebudayaan di masyarakat sekitar Lembah Harau.
“Wisatawan akan tinggal di rumah-rumah penduduk, merasakan dan berinteraksi langsung sebagai ‘penghuni’ Lembah Harau. Serta saling terlibat dalam ragam workshop seni pertunjukan yang akan digelar di tengah festival berlangsung,” ujar Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Wawan Gunawan.
Dengan kolaborasi yang baik antara komunitas masyarakat Nagari Harau dengan pemangku kepentingan terkait, maka diharapkan festival ini dapat menjadi ‘pasar’ seni dan budaya. “Di mana berbagai potensi yang dimiliki oleh masyarakat Lembah Harau dan Limapuluh Kota secara umum dapat ditampilkan secara massif,” kata Esthy.
[caption id="attachment_1987" align="aligncenter" width="800"]
Salah satu panorama keindahan Lembah Harau Payakumbuh. (foto: www.lihat.co.id)[/caption]
Wawan Gunawan memaparkan, potensi tersebut tidak saja terdiri atas penampilan pertunjukkan seni, namun juga berbagai permainan rakyat, olahraga tradisional, serta kuliner khas setempat. Juga benda-benda kerajinan serta gelaran beberapa upacara tradisional.
Dede Pramayoza selaku Direktur Festival mengatakan, Pasa Harau Art & Culture Festival adalah satu kegiatan pengembangan wisata berbasis komunitas di Lembah Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
“Saya yakin culture value di Sumatera Barat, khususnya Nagari Harau, di Kabupaten Limapuluh Kota, sangat tinggi. Namun, harus didukung oleh commercial value sehingga kebudayaan budaya dapat menghasilkan economy value yang kuat. Budaya itu semakin dilestarikan, semakin menyejahterakan,” kata Arief, peraih Marketeer of the Year 2013 versi MarkPlus itu, seperti dilansir liputan6.com.
Pasa Harau Art and Cultre Festival sendiri mengambil kata ‘Pasa’ yang di Minangkabau berarti ‘pasar’ sebagai konsep dasar yang juga dapat berarti keramaian.
[caption id="attachment_1985" align="aligncenter" width="1080"]
Nagari Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat memang akan kembali “berpesta”, menyusul akan digelarnya kembali Pasa Harau Art & Culture Festival pada 25 hingga 27 Agustus 2017 mendatang. Festival ini akan mengulang kesuksesan penyelenggaraannya di tahun lalu.
Selama tiga hari penyelenggaraan, festival yang didukung Kementerian Pariwisata ini bakal menyuguhkan ragam kebudayaan masyarakat sekitar Lembah Harau, permainan tradisional hingga pertunjukan musik akustik dengan menghadirkan musisi senior Fariz RM.
[caption id="attachment_1986" align="aligncenter" width="800"]
Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara (BP3N) Kementerian Pariwista Esthy Reko Astuti mendukung terselenggaranya kembali festival yang diinisiasi komunitas masyarakat Nagari Harau. Pasa Harau Art & Culture Festival ini berbeda dengan kegiatan serupa di Indonesia. Pengunjung atau wisatawan yang jadi peserta akan diajak terlibat langsung menjadi bagian kegiatan kebudayaan di masyarakat sekitar Lembah Harau.
“Wisatawan akan tinggal di rumah-rumah penduduk, merasakan dan berinteraksi langsung sebagai ‘penghuni’ Lembah Harau. Serta saling terlibat dalam ragam workshop seni pertunjukan yang akan digelar di tengah festival berlangsung,” ujar Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Wawan Gunawan.
Dengan kolaborasi yang baik antara komunitas masyarakat Nagari Harau dengan pemangku kepentingan terkait, maka diharapkan festival ini dapat menjadi ‘pasar’ seni dan budaya. “Di mana berbagai potensi yang dimiliki oleh masyarakat Lembah Harau dan Limapuluh Kota secara umum dapat ditampilkan secara massif,” kata Esthy.
[caption id="attachment_1987" align="aligncenter" width="800"]
Wawan Gunawan memaparkan, potensi tersebut tidak saja terdiri atas penampilan pertunjukkan seni, namun juga berbagai permainan rakyat, olahraga tradisional, serta kuliner khas setempat. Juga benda-benda kerajinan serta gelaran beberapa upacara tradisional.
Dede Pramayoza selaku Direktur Festival mengatakan, Pasa Harau Art & Culture Festival adalah satu kegiatan pengembangan wisata berbasis komunitas di Lembah Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
“Saya yakin culture value di Sumatera Barat, khususnya Nagari Harau, di Kabupaten Limapuluh Kota, sangat tinggi. Namun, harus didukung oleh commercial value sehingga kebudayaan budaya dapat menghasilkan economy value yang kuat. Budaya itu semakin dilestarikan, semakin menyejahterakan,” kata Arief, peraih Marketeer of the Year 2013 versi MarkPlus itu, seperti dilansir liputan6.com.
Monday, August 14, 2017
Berburu Destinasi Wisata ke ’10 Bali Baru’
Ini dia, 10 Bali Baru, destinasi wisata yang dicanangkan pemerintah dan layak diburu. Istilah ini dipromosikan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, demi memberikan tekanan pada ‘performance’ masing-masing daerah untuk bisa menyamai popularitas Bali.
Penetapan 10 Bali Baru tersebut, telah tertuang di dalam surat Sekretariat Kabinet Nomor B 652/Seskab/Maritim/2015 tanggal 6 November 2015 perihal arahan Presiden Republik Indonesia mengenai pariwisata dan arahan Presiden sidang kabinet 4 Januari 2016, ini merupakan inisiasi Presiden Joko Widodo.
Adapun destinasi wisata yang menjadi prioritas pemerintah dalam 10 Bali Baru ini yaitu Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Candi Borobudur Jawa Tengah, Gunung Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok NTB, Pulau Komodo NTT, Morotai Maluku Utara, Taman Nasional Wakatobi Sulawesi Tenggara, Danau Toba (Sumatera Utara), dan Tanjung Kelayang Belitung.
Ada beberapa alasan mengapa Menpar menggunakan ikon ‘Bali’ dalam 10 Bali Baru tersebut. Dalam industri.co.id, Menpar Arief memaparkan bahwa; pertama, 40% wisman masuk ke Indonesia via Bali, sisanya Jakarta 30%, Kepri 20%, dan 10% tersebar luar di daerah lain. Kedua, Bali istimewa karena segudang reputasi dunia dialamatkan ke Pulau Dewata itu. Apalagi, pilihan travellers di TripAdvisor menempatkan Bali sebagai destinasi terbaik dunia.
Ketiga, Bali juga contoh destinasi yang paling lengkap 3A-nya. Atraksi, Akses, Amenitasnya. Sebagai destinasi, Bali paling maju. Maka oleh Menpar Arief, Bali layak dijadikan ikon pariwisata Indonesia. Itulah mengapa 10 destinasi pariwisata kali ini dipromosikan dengan sebutan 10 Bali Baru.
Mengutip Pikiran Rakyat, promosi pariwisata yang terus digeber ini mengalami perkembangan yang signifikan. Ada peningkatan 95 persen wisatawan mancanegara menuju Indonesia dibanding tahun sebelumnya. Tentu saja pertumbuhan ini tak lepas dari program 10 Bali Baru yang digenjot pemerintah.
10 destinasi ini dikedepankan karena masing-masing daerah memiliki karakteristik tersendiri. Menurut Arief Yahya, 10 destinasi wisata itu tak akan dibuat mirip seperti Bali. Justru keberagaman yang membuat Indonesia kaya atraksi, kaya budaya, kaya tradisi, tiap daerah akan dieksplorasi keunikannya. Semuanya memiliki kombinasi alam dan budayanya sendiri.
Maka, mari kita dukung program pemerintah ini, agar para wisman berburu destinasi wisata ke 10 Bali Baru kita.
Penetapan 10 Bali Baru tersebut, telah tertuang di dalam surat Sekretariat Kabinet Nomor B 652/Seskab/Maritim/2015 tanggal 6 November 2015 perihal arahan Presiden Republik Indonesia mengenai pariwisata dan arahan Presiden sidang kabinet 4 Januari 2016, ini merupakan inisiasi Presiden Joko Widodo.
Adapun destinasi wisata yang menjadi prioritas pemerintah dalam 10 Bali Baru ini yaitu Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Candi Borobudur Jawa Tengah, Gunung Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok NTB, Pulau Komodo NTT, Morotai Maluku Utara, Taman Nasional Wakatobi Sulawesi Tenggara, Danau Toba (Sumatera Utara), dan Tanjung Kelayang Belitung.
Ada beberapa alasan mengapa Menpar menggunakan ikon ‘Bali’ dalam 10 Bali Baru tersebut. Dalam industri.co.id, Menpar Arief memaparkan bahwa; pertama, 40% wisman masuk ke Indonesia via Bali, sisanya Jakarta 30%, Kepri 20%, dan 10% tersebar luar di daerah lain. Kedua, Bali istimewa karena segudang reputasi dunia dialamatkan ke Pulau Dewata itu. Apalagi, pilihan travellers di TripAdvisor menempatkan Bali sebagai destinasi terbaik dunia.
Ketiga, Bali juga contoh destinasi yang paling lengkap 3A-nya. Atraksi, Akses, Amenitasnya. Sebagai destinasi, Bali paling maju. Maka oleh Menpar Arief, Bali layak dijadikan ikon pariwisata Indonesia. Itulah mengapa 10 destinasi pariwisata kali ini dipromosikan dengan sebutan 10 Bali Baru.
Mengutip Pikiran Rakyat, promosi pariwisata yang terus digeber ini mengalami perkembangan yang signifikan. Ada peningkatan 95 persen wisatawan mancanegara menuju Indonesia dibanding tahun sebelumnya. Tentu saja pertumbuhan ini tak lepas dari program 10 Bali Baru yang digenjot pemerintah.
10 destinasi ini dikedepankan karena masing-masing daerah memiliki karakteristik tersendiri. Menurut Arief Yahya, 10 destinasi wisata itu tak akan dibuat mirip seperti Bali. Justru keberagaman yang membuat Indonesia kaya atraksi, kaya budaya, kaya tradisi, tiap daerah akan dieksplorasi keunikannya. Semuanya memiliki kombinasi alam dan budayanya sendiri.
Maka, mari kita dukung program pemerintah ini, agar para wisman berburu destinasi wisata ke 10 Bali Baru kita.
Tuesday, August 8, 2017
Kuliner Punya Peran Strategis Memperkuat Identitas Bangsa, Begitu Kata Menteri Pariwisata
Identitas sebuah bangsa sangat penting ditonjolkan di forum internasional. Menurut Menteri Priwisata Arief Yahya, kuliner mempunyai peran strategis dalam memperkuat indentitas bangsa Indonesia di mata dunia.
Menteri Arief menyampaikan pandangan tersebut saat membuka Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2017 di Mall Artha Gading, Sabtu-Minggu, 5-6 Agustus 2017 lalu. Ia menegaskan bahwa Pemerintah sangat serius dalam memajukan industri kuliner. Antara lain dengan meluncurkan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia agar bisa mendunia sekaligus menjadi indentitas nasional.
Seperti dikutip dari Tribunnews.com, Arief mengatakan pula bahwa kuliner juga menjadi indentitas kota atau daerah yang sekaligus mempromosikan pariwisata kota tersebut.
"Misalnya Rendang dari Padang Sumatera Barat, satu di antara 30 ikon kuliner tradisional Indonesia, secara otomatis akan mempromosikan pariwisata Sumetara Barat baik di tingkat nasional maupun mancanegara," kata Arief.
Dikatakannya, melalui penetapan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia diharapkan bisa masuk dan dapat dipresentasikan sebagai hidangan kelas dunia baik oleh para chef hotel dan restoran di negara manapun.
Pada kesempatan yang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti pun berpendapat tentang konsep festival. Ia mengatakan, penyelenggaraan FKN 2017 mengangkat tema "Aneka Ragam Kuliner Nusantara".
Acara dikemas dengan konsep wisata kuliner menampilkan makanan dan produk-produk kuliner khas masing-masing daerahnya yang tidak sama. Sehingga pada Festival Kuliner Nusantara akan disajikan sedikitnya 50 jenis kuliner Nusantara yang berbeda dan mewakili keunikan daerah masing masing.
Menteri Arief menyampaikan pandangan tersebut saat membuka Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2017 di Mall Artha Gading, Sabtu-Minggu, 5-6 Agustus 2017 lalu. Ia menegaskan bahwa Pemerintah sangat serius dalam memajukan industri kuliner. Antara lain dengan meluncurkan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia agar bisa mendunia sekaligus menjadi indentitas nasional.
Seperti dikutip dari Tribunnews.com, Arief mengatakan pula bahwa kuliner juga menjadi indentitas kota atau daerah yang sekaligus mempromosikan pariwisata kota tersebut.
"Misalnya Rendang dari Padang Sumatera Barat, satu di antara 30 ikon kuliner tradisional Indonesia, secara otomatis akan mempromosikan pariwisata Sumetara Barat baik di tingkat nasional maupun mancanegara," kata Arief.
Dikatakannya, melalui penetapan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia diharapkan bisa masuk dan dapat dipresentasikan sebagai hidangan kelas dunia baik oleh para chef hotel dan restoran di negara manapun.
Aneka ragam kuliner nusantara
Pada kesempatan yang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti pun berpendapat tentang konsep festival. Ia mengatakan, penyelenggaraan FKN 2017 mengangkat tema "Aneka Ragam Kuliner Nusantara".
Acara dikemas dengan konsep wisata kuliner menampilkan makanan dan produk-produk kuliner khas masing-masing daerahnya yang tidak sama. Sehingga pada Festival Kuliner Nusantara akan disajikan sedikitnya 50 jenis kuliner Nusantara yang berbeda dan mewakili keunikan daerah masing masing.
Subscribe to:
Posts (Atom)