Tuesday, September 5, 2017
Mimpi Besar Menpar Arief Yahya Lewat Homestay Desa Wisata
Tahun ini saja, ditargetkan 20.000, tahun 2018 ditambah 30.000, dan 2019 dibangun 50.000 yang bakal mencapai 100.000 pada 2019. Homestay dikelola secara korporasi, bukan cara koperasi, dijalankan dengan bisnis baru, berbasis pada digital yang disebut Menpar sebagai digital sharing economy.
Dalam Rapat Koordinasi Pariwisata II/2017 yang digelar bulan Mei lalu, dilansir dalam Tempo.co.id, Menpar Arief Yahya mengungkapkan tentang program Homestay Desa Wisata yang dilaksanakan mulai tahun ini. Program tersebut merupakan kontribusi Kemenpar terhadap Program Sejuta Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pembangunan homestay mempunyai nilai strategis. Terutama untuk memperkuat unsur Amenitas dalam teori 3A, yakni atraksi, amenitas, dan aksesibilitas.
Menurut travel.detik.com, Pariwisata merupakan sektor prioritas pembangunan pada 2015-2019 selain infrastruktur, maritim, energi dan pangan. Presiden Joko Widodo telah menetapkan pariwisata sebagai leading sector serta menetapkan target parwisata tahun 2019 menjadi dua kali lipat yakni kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional sebesar 15%, devisa yang dihasilkan sebesar Rp 240 triliun, sedangkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebanyak 20 juta dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air sebanyak 275 juta, serta membuka 13 juta lapangan kerja.
Untuk mencapai target tersebut Kemenpar telah mengembangkan 10 destinasi prioritas pariwisata sebagai 'Bali Baru' serta menetapkan tiga program utama (top 3 program) yang dilaksanakan tahun ini yaitu digitalisasi, homestay, dan konekstivitas. Program ini juga untuk mendukung branding baru 10 destinasi pariwisata utama, Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar/Jogja-Solo-Semarang, Coral Wonders/Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat, Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi.
Sebelumnya, dalam Kompas.com, beberapa pengelola desa wisata dan homestay mendapat penghargaan "ASEAN Award 2017" untuk kategori "Homestay" dan "Community Base Tourism (CBT)" tingkat Indonesia. Penghargaan itu diserahkan pada acara ASEAN Tourism Award 2017 di Hotel Pan Pacific, Singapura.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyerahkan penghargaan tersebut kepada para pemenang di hadapan beberapa menteri pariwisata negara anggota ASEAN dan organisasi industri pariwisata di Asia Tenggara.
Hal ini sungguh membanggakan dan penting bagi kemajuan pariwisata Indonesia. Seperti keterangan dalam kompas.com, penghargaan untuk lima homestay bertajuk "ASEAN Homestay Award 2017" diberikan kepada para pengelola homestay. Para pemenang kategori Homestay tingkat Indonesia antara lain:
- Suweden Homestay, Bali
- Homestay Bunga, Dieng Kulon, Jawa Tengah
- Homestay Adiluhung, Yogyakarta
- Homestay Suheri, Jawa Tengah
- Homestay Teratai 3, Cibuntu, Kuningan, Jawa Barat.
Sementara, untuk penghargaan community base tourism bertajuk "ASEAN CBT Award 2017". Penghargaan CBT diberikan kepada pengelola desa wisata yakni:
- Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta dengan perwakilan pengelola yaitu Sugeng Handoko
- Desa Wisata Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah, dengan perwakilan pengelola Alif Faozi
- Desa Wisata Panglipuran Bangli, Bali dengan perwakilan pengelola I Nengah Moneng.
Menpar Arief mengatakan bahwa tujuan dari penghargaan yang diterima Indonesia sebagai bentuk apreasiasi untuk pariwisata berkualitas yang langsung melibatkan masyarakat.
Arus Wisata Terus Berkembang, Garuda Indonesia Terbang ke Banyuwangi
”Jujur saja, kami di Banyuwangi awalnya tidak pernah menyangka perkembangan penerbangan ke daerah bisa cukup pesat seperti ini,” ujar Anas dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir kumparan.com.
Dikatakannya, Banyuwangi memulai pengembangan daerah secara bertahap. Berbagai keterbatasan yang ada dijadikan tantangan dan kesempatan untuk memajukan daerah.
”Kami memulai dari tak ada penerbangan sampai sekarang ada enam kali penerbangan tiap hari. Dengan arus wisatawan, dunia usaha, kalangan pendidikan, dan masyarakat luas ke Banyuwangi, tentu ini berdampak positif ke ekonomi, yang di antaranya ditunjukkan dengan peningkatan pendapatan per kapita warga dan penurunan kemiskinan," ujar bupati berusia 44 tahun ini.
Tambahnya lagi, Jakarta merupakan jantung ekonomi Indonesia. Termasuk pasar wisatawan domestik terbesar juga ada di sana. Jadi tambahan rute dari Garuda ini menjadi peluang bagi Banyuwangi dan sekitarnya untuk terus mengembangkan daerahnya.
Di sisi lain, dalam Viva.co.id, Pariwisata Banyuwangi memang makin seksi. Beragam maskapai mulai memesan slot untuk mendaratkan pesawatnya ke ujung timur Jawa Timur itu. Dari NAM Air, group Sriwijaya hingga Garuda Indonesia yang berkomitmen terbang di waktu yang sama, 8 September 2017 nanti. Pilihan Presiden Joko Widodo menempatkan sektor pariwisata sebagai core economy bangsa itu tepat. Maka, magnit yang membuat maskapai penerbangan nasional itu ke daerah berjuluk Sunrise of Java itu tak lain adalah pariwisata.
Menurut Menpar Arief Yahya, pasarnya memang ada, dari Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso dan Jembrana. Total penduduknya lebih dari 2 juta dari 5 kabupaten terdekat. Ia berharap, Kabupaten Banyuwangi memiliki bandara internasional untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke kabupaten yang sudah mendapat predikat Kota Festival tersebut.
Arus frekuensi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara memang makin meningkat saja dipicu keindahan destinasi dan atraksi-atraksi yang dimiliki Banyuwangi. Ini berkat kegigihan Bupati Anas yang terus meningkatkan amenitas, akses, dan atraksi di Banyuwangi, lewat agenda wisata tahunan yang terangkum dalam Banyuwangi Festival yang digunakan untuk menarik wisatawan. Tahun 2017 ini saja, ada 72 event yang digelar sepanjang tahun.
Wednesday, August 30, 2017
Aneka Firdaus di Mandalika
Nama Mandalika sendiri berasal dari kisah si Putri Mandalika yang diperebutkan 3 pangeran. Karena takut menyakiti satu sama lainnya, Putri Mandalika enggan memilih siapapun dan malah memilih untuk terjun ke laut. Ilustrasinya dihadirkan di salah satu pantai di Mandalika ini.
Menurut Kompas.com, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mulai menancapkan diri sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi pelancong saat bertandang ke Pulau Lombok, di Nusa Tenggara Barat. Berada di lahan seluas 1.034 hektar, KEK Mandalika memiliki lokasi yang sangat strategis untuk dijangkau.
[caption id="attachment_2316" align="aligncenter" width="1600"]
Di sepanjang perjalanan dari Lombok menuju Mandalika, traveler bisa mampir ke Desa Adat Sade dan Desa Adat Ende khas masyarakat Sasak, penghuni asli Pulau Lombok. Dan sesampainya di Mandalika, traveler bisa merasakan firdaus-nya Pantai Kuta, Pantai Seger, hingga Pantai Tanjung Aan yang membentang di sepanjang Mandalika.
KEK Mandalika yang diusulkan oleh PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014 pada tanggal 30 Juni 2014. Hal ini menurut situs kek.go.id. Diungkapkan pula pengembangan KEK Mandalika difokuskan untuk kegiatan utama Pariwisata. Saat ini KEK Mandalika dalam tahap pembangunan I. Pengadaan lahan 1.035,67 ha telah selesai dan pembangunan fisik yang telah dilakukan adalah pembangunan jalan dalam kawasan sepanjang 4 km. Sedang dukungan Pemerintah yang akan diberikan adalah perpanjangan runway Bandara Internasional Lombok, Revitalisasi Pelabuhan Lembar, serta Penanganan Jaringan Air Bersih kawasan Kuta dan sekitarnya.
Aneka firdaus Mandalika, selain panorama alamnya yang sulit dipungkiri keindahannya, ada juga hasil kerajinan masyarakatnya seperti kain tenun yang unik dan menarik, di samping itu kegiatan budaya di sana cukup menarik perhatian wisatawan asing, seperti Bau Nyale, ataupun mengunjungi berbagai desa Suku Sasak yang banyak mengundang decak kagum dan membuat Anda betah, seperti Kampung Ende, Dusun Sade, dan sebagainya.
[caption id="attachment_2317" align="aligncenter" width="1600"]
Bagi yang ingin berburu oleh-oleh, traveler tak perlu khawatir. Selain terdapat di sejumlah toko yang berjejer sepanjang kawasan Pantai Kuta, para pedagang oleh-oleh khas Lombok seperti kain tenun, kaus, gelang, hingga ikat kepala, menawarkan langsung dagangan mereka di pinggir pantai dengan harga yang lebih miring tentunya.
Tak ketinggalan, bagi Anda penggemar MotoGP, di Mandalika inipun sedang dimulai pembangunan sirkuit MotoGP. Siapa tahu saja, Anda bisa bertemu pembalap idola Anda di Mandalika, salah satu dari aneka firdaus bukan?
Saturday, August 26, 2017
Entikong, Pos Perbatasan Megah dan Membanggakan
Setelah beberapa lama tak mendapat sentuhan, pos perbatasan Entikong kini telah berbenah dan mencuri perhatian sebagai tempat wisata. Perbatasan yang telah menjadi suatu bangunan megah ini, digemari banyak wisatawan mancanegara untuk berfoto di beberapa titik yang menarik.
[caption id="attachment_2218" align="aligncenter" width="1024"]
Berwisata ke pos perbatasan memang sangat memungkinkan. Berbagai obyek wisata ada di sini. Main ke pasar di mana traveler bisa berbelanja dengan menggunakan dua mata uang, hingga menyeberang ke wilayah Malaysia,Tebedu.
Menurut laman travel.detik.com, banyak bangunan di pos perbatasan Entikon ini yang keren. Salah satunya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Tampil megah sejak tahun lalu, PLBN Entikong yang seluas 80.003 meter persegi ini rencananya akan dibangun sampai 19.493 meter persegi.Desain yang menjungjung lokalitas terlihat dari konsep atap bangunan PLBN yang diadaptasi dari bentuk rumah panjang dan perisai suku Dayak. Gapura setinggi 10 meter berornamen Dayak dengan warna merah, kuning dan putih terlihat di sisi depan.
PLBN Entikong digemari traveler untuk berfoto. Beberapa spot yang dijadikan momen kenangan adalah Monumen Garuda baik di sisi depan yang menghadap ke Malaysia, maupun di belakang bangunan utama. Banyak traveler yang asyik berfoto di sisi luar bangunan utama PLBN.
Traveler yang hendak ke Malaysia atau kembali dari sana sesekali singgah untuk berfoto. Bahkan traveler yang tidak berniat menyeberang ke Malaysiapun jauh-jauh datang ke PLBN hanya untuk berfoto di sana.
Masuk jam-jam ramai seperti siang saat bus lintas negara dari Pontianak datang untuk melewati proses imigrasi, serta sore hari jelang PLBN tutup, semakin ramai kunjungan traveler yang hendak berfoto. Kadang harus menunggu giliran.
[caption id="attachment_2219" align="aligncenter" width="1024"]
Salah satu pembangunan yang membuat banyak wisatawan mulai berdatangan ke daerah perbatasan ini, menurut travelingyuk.com adalah akses jalannya yang nyaman. Jika dulu jalan beraspal hanya bisa kamu temui di sisi Malaysia, maka di sisi Indonesia jalanan pun telah beraspal bahkan terdiri dari dua lajur. Pengunjung tak memerlukan waktu 10 jam lagi, melainkan 3 hingga 4 jam saja dari Pontianak. Itupun sudah menyajikan pemandangan hutan gambut yang cantik.
Senangnya, Indonesia punya pos perbatasan Entikong yang megah dan membanggakan ini.
Friday, August 25, 2017
Kualanamu Medan, Bandara Enak Nyaman
Tentunya hal itu pantas untuk diraih, karena Bandara Internasional Kualanamu ini mempunyai segi pelayanan kepada penumpang yang nyaman. Bangunannyapun didesain untuk mempermudah para penumpang mendapatkan pelayanan yang maksimal. Bandara ini dikenal bersih dan ramah bagi para lansia dan disabilitas. Tersedia pula mobil NEVs, atau dikenal dengan Neighborhood Electric Vehicles yang gratis bolak-balik membantu para lansia memobilisasi di berbagai terminal baik kedatangan maupun keberangkatan.
[caption id="attachment_2175" align="aligncenter" width="4608"]
Di setiap terminalpun, Anda mudah dan nyaman dalam menunggu keberangkatan pesawat. Jika Anda kehabisan power batteray handphone Anda, tidak perlu susah-susah dengan power bank Anda. Cukup dengan mengecas di berbagai sudut yang mudah dan banyak. Begitu juga, jika Anda ingin kudapan ringan atau bahkan makan berat, sudah disediakan berderet-deret longue makan dan roti yang begitu nyaman dan mudah di akses dari ruang tunggu kedatangan. Jika Anda cukup lelah untuk berjalan, manfaatkanlah “lantai berjalan” (moving walkway atau moving sidewalk) atau dalam istilah populernya sebagai travelator yang ada di berbagai terminal.
[caption id="attachment_2174" align="aligncenter" width="4608"]
Bandara Kualanamu agak berbeda dengan bandara-bandara lain di tanah air ini, karena di desain dengan konsep green buliding. Sehingga, terang ruangan tidak banyak mempergunakan lampu, melainkan dengan sinar matahari yang memanfaatkan high-efficient glazing system, di mana ada banyak jendela yang memberikan kesegaran alami.
Dalam laman diskusi kaskus.co.id, dikatakan bahwa Bandara Kualanamu ini merupakan bandara ketiga di Indonesia yang bisa didarati pesawat Airbus A 380 selain Bandara Hang Nadim dan Bandara Soekarno-Hatta. Maka, jika Anda mampir di bandara ini, nikmatilah fasilitas yang ada, jangan lupa bawaan Anda, dan nikmatilah kenyamanannya, asal pesawat tidak delay lama.
Wednesday, August 23, 2017
Kawasan Pariwisata Mandalika Akan Jadi Sirkuit Balap MotoGP
"Kerja sama saling menguntungkan tersebut bertujuan meningkatkan nilai jual dan nilai tambah pariwisata di NTB sehingga wisatawan semakin banyak pilihan khususnya di kawasan Mandalika," kata Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer, dalam olahraga.kompas.com.
Para penggemar MotoGP tentunya bergembira setelah ketidakpastian terkait dimanakah lokasi akan dibangunya Sirkuit MotoGP di Indonesia yang belum jelas. Hal tersebut menjadi jelas dengan ditandatanganinya kepastian Lombok sebagai lokasi pembangunan sirkuit MotoGP oleh Presiden Jokowi pada tanggal 2 April 2017 lalu.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk investasi di KEK Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika ini disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.
"ITDC adalah BUMN yang bergerak di bidang pariwisata, jadi pengembangan pariwisata kelas dunia, yaitu di Mandalika, salah satu dari 4 KEK pariwisata, jadi ada 1.500 kamar hotel akan delivery 2019," kata Abdulbar di Graha Sawala Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Maka, akan ada 7 hotel dibangun semua di tahun ini, deliver 2019-2020. ITDC sangat mendukung program pemerintah yang mengutamakan pariwisata unggulan. Memang, Mandalika, Lombok, NTB masuk di dalam promosi wisata ’10 Bali Baru’ yang dicanangkan pemerintah. Nanti, 2019 akan ada 7 hotel dengan 2.000 kamar lebih. Rencana 10 ribu bisa 5 tahun ke depan, tapi jangka pendek 2 tahun 1.500 kamar. Mudah-mudahan MotoGP bisa jadi destinasi seperti penjelasan Abdulbar dalam sport.detik.com
ITDC juga telah menandatangani MOU dengan Vinci Construction, BUMN konstruksi dari Perancis, untuk pembangunan Mandalika Street Race Circuit Cluster seluas 120 hektar, yang berisikan sirkuit balap kelas dunia, convention center, dan tujuh hotel.
ITDC tetap berkomitmen untuk dapat segera menindaklanjuti proses pemberian biaya kerahiman kepada pihak penggarap yang telah melalui proses verifikasi, meski secara hukum status lahan KEK Pariwisata Mandalika telah "Clean and Clear". Seperti diketahui, terkait pemberian biaya kerahiman ini, pemerintah telah membentuk tim verifikasi yang terdiri dari tim lapangan yang dikoordinasi Bupati Lombok Tengah dan Tim Percepatan Penyelesaian Lahan Mandalika (tingkat Pemprov NTB) yang diketuai oleh Kapolda NTB.
"Dengan adanya kejelasan status hukum lahan, daya tarik investasi KEK Pariwisata Mandalika akan semakin meningkat. ITDC dapat lebih fokus pada upaya-upaya percepatan pembangunan KEK Pariwisata Mandalika dengan menggandeng mitra strategis yang kompeten, baik melalui sinergi BUMN maupun swasta," ujar Abdulbar M Mansoer.
Salah satu bentuk sinergi tersebut antara lain adalah kerja sama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terkait pengerjaan konstruksi jalan dan penataan Pantai Kuta, Mandalika, Lombok. Selain itu, ITDC juga telah menandatangani perjanjian dengan PT Elmar Perkasa terkait investasi pembangunan hotel bintang empat di KEK Pariwisata Mandalika.
Perjanjian kerja sama tersebut merupakan bukti keseriusan dan komitmen ITDC dalam mendorong percepatan pembangunan KEK Pariwisata Mandalika. Harapannya, kawasan Mandalika dapat segera beroperasi sehingga target pembentukan 10 destinasi unggulan baru serta kunjungan 20 juta wisatawan asing ke Indonesia pada 2019 sesuai arahan Presiden dan Kementerian BUMN dapat terwujud.
Tuesday, August 15, 2017
Menteri Basuki dan Keindahan Jalan Tol Bawen-Salatiga
Memang sih, terkadang awan membuatnya tertutup sehingga gunung-gunung itu kurang jelas terlihat. Namun, tetap saja gate-nya tak kalah dibanding negara Swiss dengan pemandangan gunungnya.
[caption id="attachment_1872" align="aligncenter" width="816"]
Pada Minggu, 13 Agustus 2017 yang baru lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dikabarkan mengagumi keindahan jalan to Bawen-Salatiga. Dalam www.viva.co.id, beliau berterus terang memuji tol Bawen-Salatiga tersebut saat hadir di festival jalan tol panoramik.
Meski dinilai masih gersang, dan butuh dihijaukan dengan aneka tanaman, beliau tetap tak dapat menutupi kekagumannya akan panorama indah yang disuguhkan jalan tol Bawen-Salatiga ini. Beliau tetap mengapresiasi keindahan Jalan Tol Bawen-Salatiga, keindahan alam dan lingkungan yang sangat baik, serta didukung kualitas jalan yang di atas rata-rata.
Menteri Basuki mengungkapkan kekaguman akan jalan tol tersebut dalam kesempatannya melepas ribuan peserta dengan mengibarkan bendera start di pintu Tol Salatiga. Ya, memang ada kegiatan festival di ruas Tol Bawen-Salatiga sepanjang 17,57 kilometer saat itu. Kegiatan ini untuk memperkenalkan ruas tol yang segera beroperasi di 28 Agustus 2017 nanti.
Lebih lima ribu orang meramaikan Festival ini. Bersepeda dan jalan sehat menjadi kegiatan utamanya. Peserta festival sendiri terdiri atas peserta fun walk dengan jarak 5 km, fun bike jarak pendek dengan jarak 22,7 km, dan fun bike jarak jauh dengan jarak 35 km. Sebelum itu juga dilepas peserta running race dengan jarak 22,7 km yang diikuti 88 orang peserta lari profesional.
[caption id="attachment_1873" align="aligncenter" width="663"]
Kepala BPJT Herry TZ, Dirjen Bina Marga Ari S Murwanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Direktur Utama PT Jasa Marga serta Direktur Utama PT Trans Marga Jateng, juga ikut terlibat dalam kegiatan ini.
Menurut Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani, tujuan festival sebagai bentuk rasa syukur bersama atas rampungnya ruas tol baru itu. Harapannya adalah ada keterlibatan masyarakat untuk memiliki dan menjaga bersama, ruas jalan tol Bawen-Salatiga yang dikenal keindahannya.
Bagi Jasa Marga, keberadaan ruas baru itu diharap dapat semakin meningkatkan geliat perekonomian di Jawa Tengah dan sekitar.
Friday, August 11, 2017
Traveler Swiss ke Air Terjun Cunca Ngkuang, Keluhkan Infrastruktur Pariwisata
Seorang wisatawan asal Swiss baru-baru ini mengunjungi air terjun Cunca Ngkuang di Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT. Ia mengeluhkan ketiadaan infrastruktur yang memadai di objek wisata potensial tersebut.
Traveltoday melansir laporan radar-indonesia.com yang diterbitkan pada, 1 Agustus 2017. Dilaporkan bahwa traveler bernama Nicole Bischof tersebut bertanya-tanya mengenai infrastruktur yang belum memadai di sana.
Obyek wisata alam Cunca Ngkuang merupakan salah satu aset pariwisata yang saat ini dimiliki oleh Kabupaten Manggarai Timur. Keindahan alam air terjun ini sangat memikat mata para wisatawan yang datang, serta masih bersifat alami yang pantas dan layak dijaga.
Pengalaman unik
Menurut Nicole, ia mendapatkan pengalaman yang sangat unik ketika mengunjungi obyek wisata ini. Ia bisa melihat bagaimana orang bisa hidup dan gaya hidup lebih atau kurang mencukupi.
“Akan tetapi kami juga bisa melihat bagaimana seharusnya masyarakat bisa mendapatkan keuntungan dari listrik, jalan yang lebih baik, materi sekolah dan pendidikan formal,” kata Nicole kepada radar-indonesia.com.
Namun demikian, kata Nicole, alangkah bagusnya keindahan wisata alam tersebut jika didukung dengan infrastruktur seperti sarana dan prasarana yang memadai.
Nicole juga menambahkan, jika infrastruktur jalan, listrik dan air bersih mendukung, maka, semua wisatawan akan sering melancong ke surga tersembunyi Cunca Ngkuang.
Selain Nicole, Manuela Bischol (23) juga wisatawan asal Swisse, yang juga mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan yang menghubungi tempat wisata air terjun Cunca Ngkuang itu.
Manuela mengatakan bahwa keindahan alam yang sangat eksotis ini hedaknya didukung oleh infrastruktur yang memadai, ”Sehingga untuk mengunjungi tempat ini tidak terlalu sulit,” tambahnya. (*)