Mimpi besar Menpar Arief Yahya yang hendak diwujudkan mengenai pariwisata Indonesia adalah Homestay Desa Wisata yang menjadi industri baru dalam pengembangan amenitas pariwisata. Indonesia pun akan menjadi negara dengan homestay terbesar, terbanyak, dan terbaik dunia.
Tahun ini saja, ditargetkan 20.000, tahun 2018 ditambah 30.000, dan 2019 dibangun 50.000 yang bakal mencapai 100.000 pada 2019. Homestay dikelola secara korporasi, bukan cara koperasi, dijalankan dengan bisnis baru, berbasis pada digital yang disebut Menpar sebagai digital sharing economy.
Dalam Rapat Koordinasi Pariwisata II/2017 yang digelar bulan Mei lalu, dilansir dalam Tempo.co.id, Menpar Arief Yahya mengungkapkan tentang program Homestay Desa Wisata yang dilaksanakan mulai tahun ini. Program tersebut merupakan kontribusi Kemenpar terhadap Program Sejuta Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pembangunan homestay mempunyai nilai strategis. Terutama untuk memperkuat unsur Amenitas dalam teori 3A, yakni atraksi, amenitas, dan aksesibilitas.
Menurut travel.detik.com, Pariwisata merupakan sektor prioritas pembangunan pada 2015-2019 selain infrastruktur, maritim, energi dan pangan. Presiden Joko Widodo telah menetapkan pariwisata sebagai leading sector serta menetapkan target parwisata tahun 2019 menjadi dua kali lipat yakni kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional sebesar 15%, devisa yang dihasilkan sebesar Rp 240 triliun, sedangkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sebanyak 20 juta dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air sebanyak 275 juta, serta membuka 13 juta lapangan kerja.
Untuk mencapai target tersebut Kemenpar telah mengembangkan 10 destinasi prioritas pariwisata sebagai 'Bali Baru' serta menetapkan tiga program utama (top 3 program) yang dilaksanakan tahun ini yaitu digitalisasi, homestay, dan konekstivitas. Program ini juga untuk mendukung branding baru 10 destinasi pariwisata utama, Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar/Jogja-Solo-Semarang, Coral Wonders/Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat, Medan, Makassar, Lombok, dan Banyuwangi.
Sebelumnya, dalam Kompas.com, beberapa pengelola desa wisata dan homestay mendapat penghargaan "ASEAN Award 2017" untuk kategori "Homestay" dan "Community Base Tourism (CBT)" tingkat Indonesia. Penghargaan itu diserahkan pada acara ASEAN Tourism Award 2017 di Hotel Pan Pacific, Singapura.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyerahkan penghargaan tersebut kepada para pemenang di hadapan beberapa menteri pariwisata negara anggota ASEAN dan organisasi industri pariwisata di Asia Tenggara.
Hal ini sungguh membanggakan dan penting bagi kemajuan pariwisata Indonesia. Seperti keterangan dalam kompas.com, penghargaan untuk lima homestay bertajuk "ASEAN Homestay Award 2017" diberikan kepada para pengelola homestay. Para pemenang kategori Homestay tingkat Indonesia antara lain:
- Suweden Homestay, Bali
- Homestay Bunga, Dieng Kulon, Jawa Tengah
- Homestay Adiluhung, Yogyakarta
- Homestay Suheri, Jawa Tengah
- Homestay Teratai 3, Cibuntu, Kuningan, Jawa Barat.
Sementara, untuk penghargaan community base tourism bertajuk "ASEAN CBT Award 2017". Penghargaan CBT diberikan kepada pengelola desa wisata yakni:
- Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta dengan perwakilan pengelola yaitu Sugeng Handoko
- Desa Wisata Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah, dengan perwakilan pengelola Alif Faozi
- Desa Wisata Panglipuran Bangli, Bali dengan perwakilan pengelola I Nengah Moneng.
Menpar Arief mengatakan bahwa tujuan dari penghargaan yang diterima Indonesia sebagai bentuk apreasiasi untuk pariwisata berkualitas yang langsung melibatkan masyarakat.
Showing posts with label Pariwisata Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Pariwisata Indonesia. Show all posts
Tuesday, September 5, 2017
Saturday, September 2, 2017
Uniknya Pulau Segajah di Bontang Kalimantan Timur
Kadang berwisata mainstream sudah membosankan, apalagi wisatanya umum dan mudah dijangkau. Di Indonesia, sebenarnya ada banyak wisata unik yang membutuhkan eksplorasi yang tidak biasa. Salah satu yang unik adalah wisata di Pulau Segajah, Bontang, Kalimantan Timur. Pulau ini terkenal unik, karena objek wisata alam ini menyajikan fenomena kemunculan pulau yang hanya beberapa jam saja. Layaknya Anda menonton film fantasy “Pirates of the Caribbean,” dimana ada pulau misteri yang hanya muncul beberapa saat.
Maka, karena Pulau Segajah hanya muncul pada siang hari, pihak otoritas pantai menetapkan jadwal kunjung mulai air laut surut sampai menjelang pasang. Sehingga Anda diperkenankan datang ketika siang sampai sore hari saja, karena Pulau Segajah hanya muncul saat air laut sedang surut saja.
Dalam laman ketahui.com, dikatakan bahwa muncul dan hilangnya pulau itu tidak lepas karena adanya pasang dan surut air laut. Maka, jika hari mulai sore, Anda harus segera meninggalkan pulau sebelum malam menjelang, sebab jika tetap tinggal, maka Anda pun akan ikut tenggelam bersama dengan pulau yang terendam air pasang.
[caption id="attachment_2398" align="aligncenter" width="3264"]
Pulau Segajah, Bontang, Kalimantan Timur, dengan biota laur yang beraneka ragam. (foto: ksmtour.com)[/caption]
Pulau Segajah walaupun hanya pulau kecil seukuran “gajah,” namun jika Anda mengunjunginya, akan tampak hamparan panorama laut luas yang indah. Pulau ini dinamakan 'Segajah' karena bentuknya ketika 'muncul' di permukaan, memang seperti gajah. Nikmatilah berlarian dan santai di pulau yang seumuran jam saja ini dengan taburan pasir putih yang lembut. Tentu, siapkanlah topi atau payung untuk melindungi panas terik di tengah pulau kecil Segajah ini.
Sekali lagi, karena Pulau Segajah adalah pulau yang hanya muncul beberapa jam saja, maka tidak ada penginapan atau warung apapun. Untuk itu, perlu Anda persiapkan bekal agar Anda tidak kelaparan dan haus. Transportasi menuju Pulau Segajah bisa Anda tempuh dari Kota Bontang dengan dengan menyewa perahu. Lama perjalanannya, memakan hingga 20 menit.
Jika Anda ingin diving atau snorkeling usahakanlah membawa peralatan sendiri, karena di Pulau Segajah tidak disediakan. Pulau ini juga merupakan pulau buruan para fotografer yang hendak mengabadikan keunikan Pulau Segajah.
Maka, karena Pulau Segajah hanya muncul pada siang hari, pihak otoritas pantai menetapkan jadwal kunjung mulai air laut surut sampai menjelang pasang. Sehingga Anda diperkenankan datang ketika siang sampai sore hari saja, karena Pulau Segajah hanya muncul saat air laut sedang surut saja.
Dalam laman ketahui.com, dikatakan bahwa muncul dan hilangnya pulau itu tidak lepas karena adanya pasang dan surut air laut. Maka, jika hari mulai sore, Anda harus segera meninggalkan pulau sebelum malam menjelang, sebab jika tetap tinggal, maka Anda pun akan ikut tenggelam bersama dengan pulau yang terendam air pasang.
[caption id="attachment_2398" align="aligncenter" width="3264"]
Pulau Segajah walaupun hanya pulau kecil seukuran “gajah,” namun jika Anda mengunjunginya, akan tampak hamparan panorama laut luas yang indah. Pulau ini dinamakan 'Segajah' karena bentuknya ketika 'muncul' di permukaan, memang seperti gajah. Nikmatilah berlarian dan santai di pulau yang seumuran jam saja ini dengan taburan pasir putih yang lembut. Tentu, siapkanlah topi atau payung untuk melindungi panas terik di tengah pulau kecil Segajah ini.
Sekali lagi, karena Pulau Segajah adalah pulau yang hanya muncul beberapa jam saja, maka tidak ada penginapan atau warung apapun. Untuk itu, perlu Anda persiapkan bekal agar Anda tidak kelaparan dan haus. Transportasi menuju Pulau Segajah bisa Anda tempuh dari Kota Bontang dengan dengan menyewa perahu. Lama perjalanannya, memakan hingga 20 menit.
Jika Anda ingin diving atau snorkeling usahakanlah membawa peralatan sendiri, karena di Pulau Segajah tidak disediakan. Pulau ini juga merupakan pulau buruan para fotografer yang hendak mengabadikan keunikan Pulau Segajah.
Monday, August 28, 2017
Tren Foto Pre-Wedding yang Cinta Indonesia
Tren foto pre-wedding telah mengalami pergeseran, dari yang biasanya serba mewah di luar negeri dengan latar dan gaun yang menguras kantong, kini tema tersebut mulai tergantikan dengan segala sesuatu yang bertema Indonesia. Hal ini diungkap Ayundha Wardhani dalam www.cnnindonesia.com, Project Lead pameran pernikahan Bridestory yang bulan Juli lalu yang berlangsung di Indonesia Center Exhibition (ICE), BSD, bahwa tren foto akan kembali ke kekayaan budaya dan pemandangan Indonesia.
Destinasi favorit calon pengantin jika dipantau dari para vendor yang membuka booth di pameran, merujuk pada Sumba, Lombok, Bali, Danau Toba hingga destinasi lain di Indonesia. Sementara destinasi luar negeri akan memakan banyak biaya, destinasi ini justru lebih terjangkau dengan mata uang yang sama. Calon pengantin bisa menyimpan biaya untuk keperluan pernikahan yang sesungguhnya, dekorasi, katering, dan sebagainya.
[caption id="attachment_2267" align="aligncenter" width="2048"]
Pre-wedding yang sangat Indonesia, di Jembatan Ampera, Palembang, dengan pakaian adat yang khas. (foto: www.duaarts.photography)[/caption]
Untuk konsep sendiri, kebanyakan pasangan calon pengantin memang menginginkan konsep pre-wedding yang unik dan berkesan. Maka kini mulai banyak pasangan yang memakai ‘Thematic Concepts Shoots’ atau ‘Korean Concept Shoots’ yang meniru adegan-adegan drama Korea, demikian menurut hartonomall.com. Nah, latar belakang wisata Indonesia memperkuatnya, menjadi lebih dramatik.
Namun, meski menggunakan gaun pengantin internasional, latar lokasi pemandangan Indonesia justru bisa saling melengkapi, malahan menjadi paduan kekayaan budaya yang unik, berkarakter, dan penuh keindahan. Unsur tradisional akan semakin kuat, jika calon pengantin memilih pose pre-wedding dengan baju adat. Pastinya, dengan latar belakang pemandangan indah Indonesia yang kaya, karakteristik foto pre-wedding Anda akan semakin kuat saja.
[caption id="attachment_2269" align="aligncenter" width="800"]
Suasana pre-wedding di Batu Payung, Lombok yang dramatik. (foto: indonesiatripcanvas.com)[/caption]
Apalagi bila pasangan calon pengantin adalah traveler yang termasuk doyan berwisata. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk sekaligus melakukan wisata bersama, dengan dana yang bisa diatur kehematannya.Anda dapat bersenang-senang selagi pemotretan, sedikit refreshing atau jeda menjadi perlu akibat stres dalam persiapan pernikahan Anda. Bagi pasangan calon pengantin kekinian, foto ‘instagrammable’ memang saat ini amatlah penting.
Pemotretan pre-wedding adalah kesempatan bagi Anda dan calon pasangan untuk menggambarkan kisah cinta yang tentunya unik dan tersendiri. Buatlah momen yang kelak bisa menjadi sebuah sejarah bagi Anda dan pasangan yang bisa diceritakan ke anak cucu. Sungguh membanggakan bila bisa mengabadikan keindahan alam budaya Indonesia yang telah menjadi tren pre-wedding masa kini.
Destinasi favorit calon pengantin jika dipantau dari para vendor yang membuka booth di pameran, merujuk pada Sumba, Lombok, Bali, Danau Toba hingga destinasi lain di Indonesia. Sementara destinasi luar negeri akan memakan banyak biaya, destinasi ini justru lebih terjangkau dengan mata uang yang sama. Calon pengantin bisa menyimpan biaya untuk keperluan pernikahan yang sesungguhnya, dekorasi, katering, dan sebagainya.
[caption id="attachment_2267" align="aligncenter" width="2048"]
Untuk konsep sendiri, kebanyakan pasangan calon pengantin memang menginginkan konsep pre-wedding yang unik dan berkesan. Maka kini mulai banyak pasangan yang memakai ‘Thematic Concepts Shoots’ atau ‘Korean Concept Shoots’ yang meniru adegan-adegan drama Korea, demikian menurut hartonomall.com. Nah, latar belakang wisata Indonesia memperkuatnya, menjadi lebih dramatik.
Namun, meski menggunakan gaun pengantin internasional, latar lokasi pemandangan Indonesia justru bisa saling melengkapi, malahan menjadi paduan kekayaan budaya yang unik, berkarakter, dan penuh keindahan. Unsur tradisional akan semakin kuat, jika calon pengantin memilih pose pre-wedding dengan baju adat. Pastinya, dengan latar belakang pemandangan indah Indonesia yang kaya, karakteristik foto pre-wedding Anda akan semakin kuat saja.
[caption id="attachment_2269" align="aligncenter" width="800"]
Apalagi bila pasangan calon pengantin adalah traveler yang termasuk doyan berwisata. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk sekaligus melakukan wisata bersama, dengan dana yang bisa diatur kehematannya.Anda dapat bersenang-senang selagi pemotretan, sedikit refreshing atau jeda menjadi perlu akibat stres dalam persiapan pernikahan Anda. Bagi pasangan calon pengantin kekinian, foto ‘instagrammable’ memang saat ini amatlah penting.
Pemotretan pre-wedding adalah kesempatan bagi Anda dan calon pasangan untuk menggambarkan kisah cinta yang tentunya unik dan tersendiri. Buatlah momen yang kelak bisa menjadi sebuah sejarah bagi Anda dan pasangan yang bisa diceritakan ke anak cucu. Sungguh membanggakan bila bisa mengabadikan keindahan alam budaya Indonesia yang telah menjadi tren pre-wedding masa kini.
Saturday, August 26, 2017
Entikong, Pos Perbatasan Megah dan Membanggakan
Letak Entikong ada di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Wilayah Entikong ini berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia. Tempat ini menawarkan pengalaman travelling yang berbeda. Anda bisa merasakan langsung suasana perbatasan bila datang ke pos perbatasan Entikong ini.
Setelah beberapa lama tak mendapat sentuhan, pos perbatasan Entikong kini telah berbenah dan mencuri perhatian sebagai tempat wisata. Perbatasan yang telah menjadi suatu bangunan megah ini, digemari banyak wisatawan mancanegara untuk berfoto di beberapa titik yang menarik.
[caption id="attachment_2218" align="aligncenter" width="1024"]
Metamorfosa Pos Perbatasan Entikong, dulu dan sekarang. (foto: image.source)[/caption]
Berwisata ke pos perbatasan memang sangat memungkinkan. Berbagai obyek wisata ada di sini. Main ke pasar di mana traveler bisa berbelanja dengan menggunakan dua mata uang, hingga menyeberang ke wilayah Malaysia,Tebedu.
Menurut laman travel.detik.com, banyak bangunan di pos perbatasan Entikon ini yang keren. Salah satunya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Tampil megah sejak tahun lalu, PLBN Entikong yang seluas 80.003 meter persegi ini rencananya akan dibangun sampai 19.493 meter persegi.Desain yang menjungjung lokalitas terlihat dari konsep atap bangunan PLBN yang diadaptasi dari bentuk rumah panjang dan perisai suku Dayak. Gapura setinggi 10 meter berornamen Dayak dengan warna merah, kuning dan putih terlihat di sisi depan.
PLBN Entikong digemari traveler untuk berfoto. Beberapa spot yang dijadikan momen kenangan adalah Monumen Garuda baik di sisi depan yang menghadap ke Malaysia, maupun di belakang bangunan utama. Banyak traveler yang asyik berfoto di sisi luar bangunan utama PLBN.
Traveler yang hendak ke Malaysia atau kembali dari sana sesekali singgah untuk berfoto. Bahkan traveler yang tidak berniat menyeberang ke Malaysiapun jauh-jauh datang ke PLBN hanya untuk berfoto di sana.
Masuk jam-jam ramai seperti siang saat bus lintas negara dari Pontianak datang untuk melewati proses imigrasi, serta sore hari jelang PLBN tutup, semakin ramai kunjungan traveler yang hendak berfoto. Kadang harus menunggu giliran.
[caption id="attachment_2219" align="aligncenter" width="1024"]
Jalan menuju Pos Perbatasan Entikong yang kini menjadi akses nyaman. (foto: travelingyuk.com)[/caption]
Salah satu pembangunan yang membuat banyak wisatawan mulai berdatangan ke daerah perbatasan ini, menurut travelingyuk.com adalah akses jalannya yang nyaman. Jika dulu jalan beraspal hanya bisa kamu temui di sisi Malaysia, maka di sisi Indonesia jalanan pun telah beraspal bahkan terdiri dari dua lajur. Pengunjung tak memerlukan waktu 10 jam lagi, melainkan 3 hingga 4 jam saja dari Pontianak. Itupun sudah menyajikan pemandangan hutan gambut yang cantik.
Senangnya, Indonesia punya pos perbatasan Entikong yang megah dan membanggakan ini.
Setelah beberapa lama tak mendapat sentuhan, pos perbatasan Entikong kini telah berbenah dan mencuri perhatian sebagai tempat wisata. Perbatasan yang telah menjadi suatu bangunan megah ini, digemari banyak wisatawan mancanegara untuk berfoto di beberapa titik yang menarik.
[caption id="attachment_2218" align="aligncenter" width="1024"]
Berwisata ke pos perbatasan memang sangat memungkinkan. Berbagai obyek wisata ada di sini. Main ke pasar di mana traveler bisa berbelanja dengan menggunakan dua mata uang, hingga menyeberang ke wilayah Malaysia,Tebedu.
Menurut laman travel.detik.com, banyak bangunan di pos perbatasan Entikon ini yang keren. Salah satunya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Tampil megah sejak tahun lalu, PLBN Entikong yang seluas 80.003 meter persegi ini rencananya akan dibangun sampai 19.493 meter persegi.Desain yang menjungjung lokalitas terlihat dari konsep atap bangunan PLBN yang diadaptasi dari bentuk rumah panjang dan perisai suku Dayak. Gapura setinggi 10 meter berornamen Dayak dengan warna merah, kuning dan putih terlihat di sisi depan.
PLBN Entikong digemari traveler untuk berfoto. Beberapa spot yang dijadikan momen kenangan adalah Monumen Garuda baik di sisi depan yang menghadap ke Malaysia, maupun di belakang bangunan utama. Banyak traveler yang asyik berfoto di sisi luar bangunan utama PLBN.
Traveler yang hendak ke Malaysia atau kembali dari sana sesekali singgah untuk berfoto. Bahkan traveler yang tidak berniat menyeberang ke Malaysiapun jauh-jauh datang ke PLBN hanya untuk berfoto di sana.
Masuk jam-jam ramai seperti siang saat bus lintas negara dari Pontianak datang untuk melewati proses imigrasi, serta sore hari jelang PLBN tutup, semakin ramai kunjungan traveler yang hendak berfoto. Kadang harus menunggu giliran.
[caption id="attachment_2219" align="aligncenter" width="1024"]
Salah satu pembangunan yang membuat banyak wisatawan mulai berdatangan ke daerah perbatasan ini, menurut travelingyuk.com adalah akses jalannya yang nyaman. Jika dulu jalan beraspal hanya bisa kamu temui di sisi Malaysia, maka di sisi Indonesia jalanan pun telah beraspal bahkan terdiri dari dua lajur. Pengunjung tak memerlukan waktu 10 jam lagi, melainkan 3 hingga 4 jam saja dari Pontianak. Itupun sudah menyajikan pemandangan hutan gambut yang cantik.
Senangnya, Indonesia punya pos perbatasan Entikong yang megah dan membanggakan ini.
Friday, August 25, 2017
Sport Tourism, Ajang Promosi Wisata yang Potensial
Makin banyaknya program wisata olahraga atau sport tourism yang dilakukan di Indonesia, meningkatkan tren sebagai ajang promosi pariwisata Indonesia. Cukup banyak acara olah raga yang melibatkan wisatawan yang diminati demi merasakan sensasi panorama Indonesia yang luar biasa.
Pemerintahpun memperhatikan ini dan terus mengembangkan potensi-potensi pariwisata dan olah raga yang dapat meningkatkan minat wisatawan mancanegara berdatangan dan ikut terlibat di dalamnya.
Beberapa tahun belakangan, menurut kompas.com, sport tourism memang ramai digelar untuk mempromosikan pariwisata berbagai daerah Indonesia. Ragam kompetisi olahraga internasional yang mulai rutin digelar antara lain Ironman di Bintan, Tour de Flores, Tour de Singkarak, hingga lomba selancar dan paralayang. Banyak sport tourism yang memberikan efek keramaian yang luar biasa itu membuat para peserta yang terlibat berpotensi untuk mengajak rekan dan keluarga agar datang dan berwisata ke Indonesia.
Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, sport tourism efektif karena nilai media value atau media branding-nya tinggi. Media value yang didapat minimal bisa dua kali lipat dari direct impact turis yang datang, karena dipromosikan oleh media nasional dan internasional sebelum, sesaat, dan sesudah acara.
Ia memberikan contoh, jika Moto GP kelak diadakan di Indonesia, maka potensi keuntungan minimumnya hingga Rp 2 triliun dengan modal Rp 130 miliar. Moto GP tersebut akan bisa mengundang 100.000 wisatawan, dan menghasilkan nilai ekonomi Rp 1 triliun. Sedangkan media value-nya minimal dapat Rp 2 triliun.
Seperti biasa, Pemda memang membutuhkan modal sangat besar di awal, tapi uniknya sport tourism ini modalnya tidak hanya dari Pemda, tapi juga akan banyak sektor yang terlibat. Dijelaskannya pula, modal dari sport tourism bisa melalui tiket, merchendise, dan yang paling besar ialah sponsor karena publikasi akan sangat besar.
"Jika dikalkulasi, pendapatan dari wisatawan yang datang memang tidak bisa dipastikan secara langsung. Tapi kita mendapatkan promosi yang begitu besar. Disorot media nasional dan luar hingga jadi trending topic di sana," ujar Menpar Arief menambahkan lewat situs kompas.com.
Pemerintahpun memperhatikan ini dan terus mengembangkan potensi-potensi pariwisata dan olah raga yang dapat meningkatkan minat wisatawan mancanegara berdatangan dan ikut terlibat di dalamnya.
Beberapa tahun belakangan, menurut kompas.com, sport tourism memang ramai digelar untuk mempromosikan pariwisata berbagai daerah Indonesia. Ragam kompetisi olahraga internasional yang mulai rutin digelar antara lain Ironman di Bintan, Tour de Flores, Tour de Singkarak, hingga lomba selancar dan paralayang. Banyak sport tourism yang memberikan efek keramaian yang luar biasa itu membuat para peserta yang terlibat berpotensi untuk mengajak rekan dan keluarga agar datang dan berwisata ke Indonesia.
Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, sport tourism efektif karena nilai media value atau media branding-nya tinggi. Media value yang didapat minimal bisa dua kali lipat dari direct impact turis yang datang, karena dipromosikan oleh media nasional dan internasional sebelum, sesaat, dan sesudah acara.
Ia memberikan contoh, jika Moto GP kelak diadakan di Indonesia, maka potensi keuntungan minimumnya hingga Rp 2 triliun dengan modal Rp 130 miliar. Moto GP tersebut akan bisa mengundang 100.000 wisatawan, dan menghasilkan nilai ekonomi Rp 1 triliun. Sedangkan media value-nya minimal dapat Rp 2 triliun.
Seperti biasa, Pemda memang membutuhkan modal sangat besar di awal, tapi uniknya sport tourism ini modalnya tidak hanya dari Pemda, tapi juga akan banyak sektor yang terlibat. Dijelaskannya pula, modal dari sport tourism bisa melalui tiket, merchendise, dan yang paling besar ialah sponsor karena publikasi akan sangat besar.
"Jika dikalkulasi, pendapatan dari wisatawan yang datang memang tidak bisa dipastikan secara langsung. Tapi kita mendapatkan promosi yang begitu besar. Disorot media nasional dan luar hingga jadi trending topic di sana," ujar Menpar Arief menambahkan lewat situs kompas.com.
Thursday, August 24, 2017
Pariwisata Indonesia Jadi Prospek Bisnis Masa Depan
Kepala BKPM Thomas Lembong dalam www.jpnn.com mengatakan, sektor pariwisata merupakan ujung tombak baru dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penanaman modal. "Sektor pariwisata dan ini yang tidak kalah pentingnya yakni infrastruktur pendukung akan menjadi sektor prioritas untuk menarik investor asing dan domestik," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media.
Sementara itu Menpar Arief Yahya menjelaskan, sektor pariwisata adalah alat yang paling murah dan mudah bagi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendapatkan devisa asing serta menciptakan lapangan kerja. Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2015 jauh di atas pertumbuhan pariwisata di ASEAN dan Dunia.
Terkait dengan infrastruktur pendukung dan infrastruktur dasar seperti jalan, air, listrik dan internet yang kini populer dengan istilah JALI, sudah menjadi basic needs. “Investasi JALI itu menjadi tugas pemerintah. Yang mengisi dan menghidupkan kawasan dengan amenitas itu, harus menggerakkan private sector,” lanjut dia.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Kementerian Pariwisata memang proaktif memasarkan potensi investasi di sektor pariwisata dan infrastruktur pendukungnya. Salah satu upaya itu dilakukan melalui Regional Investment Forum (RIF) 2017 yang digelar BKPM di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali bulan Februari lalu.
Selain dialog forum bisnis dengan pembicara utama Mentpar Arief Yahya, RIF ini juga terintegrasi dengan one on one meeting. Ada pula, seperti dilansir www.metrotvnews.com, pameran produk-produk perusahaan penanaman modal unggulan. BKPM juga, dalam kegiatan tersebut telah mencatat 70 pertemuan one on one meeting baik antara investor dengan pemerintah daerah maupun investor dengan perusahaan lokal. Pertemuan one on one meeting tersebut bertujuan untuk mempromosikan potensi investasi pariwisata dan infrastruktur pendukungnya di daerah kepada existing investor maupun calon investor baik domestik maupun asing.
Himawan Hariyoga, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemenpar untuk meningkatkan investasi di sektor pariwisata. "Arahan Presiden Jokowi yang menargetkan jumlah wisatawan asing mencapai 20 juta tentu membutuhkan kerja keras dan sinergi berbagai Kementerian dan Lembaga, BKPM siap mendukung dari sisi investasi," terang Himawan.
Kegiatan RIF 2017 juga dihadiri 30 kepala Dinas Penanaman Modal-PTSP Provinsi. Ada juga pengelola lima kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Yakni KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Morotai di Maluku Utara, Labuan Bajo, di Nusa Tenggara Timur,Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Bunaken di Sulawesi Utara.
Sementara itu Menpar Arief Yahya menjelaskan, sektor pariwisata adalah alat yang paling murah dan mudah bagi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendapatkan devisa asing serta menciptakan lapangan kerja. Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2015 jauh di atas pertumbuhan pariwisata di ASEAN dan Dunia.
Terkait dengan infrastruktur pendukung dan infrastruktur dasar seperti jalan, air, listrik dan internet yang kini populer dengan istilah JALI, sudah menjadi basic needs. “Investasi JALI itu menjadi tugas pemerintah. Yang mengisi dan menghidupkan kawasan dengan amenitas itu, harus menggerakkan private sector,” lanjut dia.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Kementerian Pariwisata memang proaktif memasarkan potensi investasi di sektor pariwisata dan infrastruktur pendukungnya. Salah satu upaya itu dilakukan melalui Regional Investment Forum (RIF) 2017 yang digelar BKPM di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali bulan Februari lalu.
Selain dialog forum bisnis dengan pembicara utama Mentpar Arief Yahya, RIF ini juga terintegrasi dengan one on one meeting. Ada pula, seperti dilansir www.metrotvnews.com, pameran produk-produk perusahaan penanaman modal unggulan. BKPM juga, dalam kegiatan tersebut telah mencatat 70 pertemuan one on one meeting baik antara investor dengan pemerintah daerah maupun investor dengan perusahaan lokal. Pertemuan one on one meeting tersebut bertujuan untuk mempromosikan potensi investasi pariwisata dan infrastruktur pendukungnya di daerah kepada existing investor maupun calon investor baik domestik maupun asing.
Himawan Hariyoga, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemenpar untuk meningkatkan investasi di sektor pariwisata. "Arahan Presiden Jokowi yang menargetkan jumlah wisatawan asing mencapai 20 juta tentu membutuhkan kerja keras dan sinergi berbagai Kementerian dan Lembaga, BKPM siap mendukung dari sisi investasi," terang Himawan.
Kegiatan RIF 2017 juga dihadiri 30 kepala Dinas Penanaman Modal-PTSP Provinsi. Ada juga pengelola lima kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Yakni KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Morotai di Maluku Utara, Labuan Bajo, di Nusa Tenggara Timur,Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Bunaken di Sulawesi Utara.
Monday, August 21, 2017
Morotai, Fenomena 'Laut Terbelah' Antar Pulau Dodola
Seperti laut yang terbelah di jaman Musa, travelers bisa merasakan fenomenanya ketika berada di Pulau Dodola, Kabupaten Morotai, Maluku Utara. Morotai memang terkenal oleh perairan yang sangat indah. Tapi tak banyak yang tahu, sebuah gosong pantai menghubungkan Pulau Dodola Kecil dan Pulau Dodola Besar membentang di tengah laut seolah terdapat laut yang terbelah di sana.
Menurut ibaca.net, Pulau Dodola hanya berjarak sekitar 5 Km dari Daruba, ibukota Kabupaten Morotai. Traveler bisa menyambangi Dodola naik speedboat, dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Dodola terbagi menjadi 2, yakni Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil. Saat air laut sedang surut, traveler bisa melihat gosong pasir yang menghubungkan kedua pulau tersebut.
Saat air laut surut pula, traveler bisa melihat ‘batu kopi’. Sesuai namanya, batu ini menebar bau harum khas kopi yang aromanya tercium kemana-mana. Dodola Besar dan Dodola Kecil yang ada di Pulau Morotai itu tergolong pulau tak berpenghuni. Namun, jika Anda ingin menikmati pesona pulau ini, terdapat 3 penginapan yang cukup memadai sebagai tempat beristirahat sebelum melanjutkan eksplorasi Pulau Morotai dan sekitarnya.
[caption id="attachment_2083" align="aligncenter" width="1600"]
Pulau-pulau eksotis Maluku Utara. Pulau Dodola, Kabupaten Morotai. (foto: www. siaranindonesia.com)[/caption]
Konon kabarnya, pulau ini menjadi salah satu tempat favorit Jenderal MacArthur semasa Perang Dunia II. Hamparan pasir putih di pulau ini menjadi tempat peristirahatan tentara sekutu. Tepat untuk relaksasi.
Selain mengunjungi langsung gosong pantai antara kedua pulau, banyak aktivitas yang bisa Anda lakukan di Pulau Dodola. Anda bisa snorkeling untuk menyaksikan satwa laut dari perairan dangkal, diving di spot-spot menakjubkan dengan panorama terumbu karang yang berwarna-warni, atau sekadar berenang untuk melemaskan otot di tengah laut Pulau Morotai yang begitu jernih. Pemandangan bawah air di sekitar Pulau Dodola memang sangat indah.
Nah, tempat yang terisolasi dari keramaian ini benar-benar menyihir travelers sampai-sampai Pulau Morotai menjadi destinasi wisata favorit travelers lokal maupun mancanegara. Sungguh, rasakanlah berjalan kaki seolah sedang di tengah lautan. Dengan pasir putih nan halus, serta air yang jernih. Anda tertarik?
Menurut ibaca.net, Pulau Dodola hanya berjarak sekitar 5 Km dari Daruba, ibukota Kabupaten Morotai. Traveler bisa menyambangi Dodola naik speedboat, dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Dodola terbagi menjadi 2, yakni Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil. Saat air laut sedang surut, traveler bisa melihat gosong pasir yang menghubungkan kedua pulau tersebut.
Saat air laut surut pula, traveler bisa melihat ‘batu kopi’. Sesuai namanya, batu ini menebar bau harum khas kopi yang aromanya tercium kemana-mana. Dodola Besar dan Dodola Kecil yang ada di Pulau Morotai itu tergolong pulau tak berpenghuni. Namun, jika Anda ingin menikmati pesona pulau ini, terdapat 3 penginapan yang cukup memadai sebagai tempat beristirahat sebelum melanjutkan eksplorasi Pulau Morotai dan sekitarnya.
[caption id="attachment_2083" align="aligncenter" width="1600"]
Konon kabarnya, pulau ini menjadi salah satu tempat favorit Jenderal MacArthur semasa Perang Dunia II. Hamparan pasir putih di pulau ini menjadi tempat peristirahatan tentara sekutu. Tepat untuk relaksasi.
Selain mengunjungi langsung gosong pantai antara kedua pulau, banyak aktivitas yang bisa Anda lakukan di Pulau Dodola. Anda bisa snorkeling untuk menyaksikan satwa laut dari perairan dangkal, diving di spot-spot menakjubkan dengan panorama terumbu karang yang berwarna-warni, atau sekadar berenang untuk melemaskan otot di tengah laut Pulau Morotai yang begitu jernih. Pemandangan bawah air di sekitar Pulau Dodola memang sangat indah.
Nah, tempat yang terisolasi dari keramaian ini benar-benar menyihir travelers sampai-sampai Pulau Morotai menjadi destinasi wisata favorit travelers lokal maupun mancanegara. Sungguh, rasakanlah berjalan kaki seolah sedang di tengah lautan. Dengan pasir putih nan halus, serta air yang jernih. Anda tertarik?
Sunday, August 20, 2017
Kemegahan Wisata Religi Patung Yesus, Buntu Burake, Toraja
Ikon patung Yesus yang begitu megah dengan sebutan Christ the Redeemer (Patung Kristus Penebus), tidak hanya ada di negeri Brasil. Namun, di Buntu Burake, Toraja, hadir sebuah wisata religi yang mempunyai nuansa yang sama. Disanalah tampak sebuah kemegahan “Statue of the Christ" dengan suasana perbukitan padas yang elok.
[caption id="attachment_2066" align="aligncenter" width="3264"]
Panorama menuju Patung Yesus Buntu Burake, Tana Toraja. (foto: Purwoono Nugroho Adhi)[/caption]
Saat ini, kemegahan itu, dapat dikatakan menjadi ikon wisata di Tana Toraja. Lusia Kus Anna dalam laman Kompas Travel menceritakan sensasinya ketika mengunjungi tempat tersebut. Setelah melewati ratusan anak tangga, Anda diajak melewati deretan tangga terjal menuju pelataran patung. Sepanjang perjalanan, mata Anda akan dimanjakan oleh pemandangan yang indah dari ketinggian bukit.
Sekeliling Anda, akan dimanjakan dengan hiasan batu-batu padas. Biasanya, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai puncak. Dari puncak tangga, itu, Anda dapat menyaksikan pemandangan alam Toraja dari ketinggian.
Jika Anda mampir ke wisata religi Patung Yesus, Buntu Burake, Toraja ini, janganlah lupa untuk membawa topi atau payung untuk melindungi terik matahari dari ketinggian. Pohon-pohon memang belum begitu banyak tumbuh di sekelilingnya. Hampir sebagian besar pemandangan adalah bukit padas. Namun, itu adalah sensasi tersendiri.
[caption id="attachment_2067" align="aligncenter" width="3264"]
Seolah berada di Brasil, memandang keindahan yang sama, Patung Yesus Buntu Burake, Tana Toraja. (foto: Purwono Nugroho Adhi)[/caption]
Luangkanlah waktu bagi mereka yang beragama Katolik untuk mampir ke gua Maria yang berada di sekitarnya. Walaupun jalan menuju ke gua Maria itu masih terjal, namun sudah dapat ditempuh dengan jalan kaki sekitar satu kilometer dari kawasan utama. Disana juga ada warung-warung yang menyediakan berbagai minuman dan makanan ringan.
Dalam laman indonesia.ucanews.com dikatakan bahwa tinggi bangunan patung Yesus itu mencapai 40 meter. Patung Yesus yang memang berukuran raksasa ini berdiri di puncak Buntu Burake yang tingginya sekitar 1.100 meter dari permukaan laut (dpl). Patung diresmikan pada tanggal 31 Agustus 2015. Anggaran yang digelontorkannya pun konon terbilang tidak sedikit, yaitu sekitar Rp 30 miliar.
Namun, semua itu terbayarkan, ketika patung Yesus itu menjadi salah satu ikon yang diharapkan mendatangkan ribuan wisatawan ke Tana Toraja. Anda akan seperti berada di Brasil, ketika datang ke Buntu Burake, Tana Toraja ini.
[caption id="attachment_2066" align="aligncenter" width="3264"]
Saat ini, kemegahan itu, dapat dikatakan menjadi ikon wisata di Tana Toraja. Lusia Kus Anna dalam laman Kompas Travel menceritakan sensasinya ketika mengunjungi tempat tersebut. Setelah melewati ratusan anak tangga, Anda diajak melewati deretan tangga terjal menuju pelataran patung. Sepanjang perjalanan, mata Anda akan dimanjakan oleh pemandangan yang indah dari ketinggian bukit.
Sekeliling Anda, akan dimanjakan dengan hiasan batu-batu padas. Biasanya, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai puncak. Dari puncak tangga, itu, Anda dapat menyaksikan pemandangan alam Toraja dari ketinggian.
Jika Anda mampir ke wisata religi Patung Yesus, Buntu Burake, Toraja ini, janganlah lupa untuk membawa topi atau payung untuk melindungi terik matahari dari ketinggian. Pohon-pohon memang belum begitu banyak tumbuh di sekelilingnya. Hampir sebagian besar pemandangan adalah bukit padas. Namun, itu adalah sensasi tersendiri.
[caption id="attachment_2067" align="aligncenter" width="3264"]
Luangkanlah waktu bagi mereka yang beragama Katolik untuk mampir ke gua Maria yang berada di sekitarnya. Walaupun jalan menuju ke gua Maria itu masih terjal, namun sudah dapat ditempuh dengan jalan kaki sekitar satu kilometer dari kawasan utama. Disana juga ada warung-warung yang menyediakan berbagai minuman dan makanan ringan.
Dalam laman indonesia.ucanews.com dikatakan bahwa tinggi bangunan patung Yesus itu mencapai 40 meter. Patung Yesus yang memang berukuran raksasa ini berdiri di puncak Buntu Burake yang tingginya sekitar 1.100 meter dari permukaan laut (dpl). Patung diresmikan pada tanggal 31 Agustus 2015. Anggaran yang digelontorkannya pun konon terbilang tidak sedikit, yaitu sekitar Rp 30 miliar.
Namun, semua itu terbayarkan, ketika patung Yesus itu menjadi salah satu ikon yang diharapkan mendatangkan ribuan wisatawan ke Tana Toraja. Anda akan seperti berada di Brasil, ketika datang ke Buntu Burake, Tana Toraja ini.
Friday, August 18, 2017
Keramahan Warga Kepulauan Seribu Masih Harus Ditingkatkan
Warga Kepulauan Seribu dinilai kurang ramah saat menerima wisatawan mancanegara. Salah satu sebabnya, warga tidak selalu paham cara berkomunikasi yang tepat kepada wisman tersebut, sehingga rentan terjadi kesalahpahaman.
Ketua Komisi B DPRD DKI Yusriah Dzinnun, dalam kompas.com, meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk memberikan pelatihan kepada warga Kepulauan Seribu. Salah satu pelatihan yang dibutuhkan yakni pelatihan Bahasa Inggris supaya warga bisa menyapa turis yang datang.
"Tour guide perlu dilatih bahasa. Warga kalau saya lihat itu agak malu ya menyapa yang bule-bule," ujar Yusriah dalam rapat pembahasan APBD-P DKI 2017 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jumat (18/8/2017).
Seharusnya, menurut Yusriah, warga pulau dibekali kemampuan untuk melakukan percakapan sederhana dengan wisatawan mancanegara yang berwisata di sana, misalnya menyapa dan menawarkan guesthouse kepada turis.
Dinilai olehnya, turis yang datang agak bingung juga, dan warga yang menerima bengong juga. Oleh karena itu, Yusriah meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk memberi pelatihan Bahasa Inggris kepada mereka.
Yusriah juga meminta agar warga pulau dilatih cara menangani para tamu yang datang untuk berlibur.
"Warga itu kurang welcome, kurang ramah. Mereka harus diajarkan bagaimana menyapa tamu, bagaimana menawarkan guesthouse-nya," kata Yusriah.
Menurut Yusriah, pelatihan ini sangat penting karena Kepulauan Seribu merupakan salah satu potensi pariwisata milik Pemprov DKI Jakarta. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan meminta menganggarkan anggaran pelatihan itu.
Sementara di awal tahun, Sekretaris Kepualuan Seribu, Ismer Harahap dalam beritajkarta.com sudah memberikan sejumlah pernyataan bahwa tahun 2017 pelayanan terhadap wisatawan harus lebih baik, lebih ramah, dan mampu memberikan rasa aman dan nyaman.
[caption id="attachment_2001" align="aligncenter" width="698"]
Kepulauan Seribu yang termasuk 10 Bali Baru yang diserukan pemerintah. (foto: Kang Lintas)[/caption]
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu ingin pembangunan fisik maupun ekonomi warganya lebih baik di 2017. Terlebih, sebagian besar pulaunya memiliki potensi pariwisata. Pelayanan Pemkab diakui masih belum maksimal, sehingga masih perlu banyak perbaikan dan partisipasi dari warga termasuk pengawasannya.
"Harapan kita tahun ini pelayanan lebih baik dan Kepulauan Seribu menjadi lebih maju baik pembangunan maupun perekonomiannya," tandas Ismer Harahap.
Hali ini memang masih menjadi keprihatinan pemerintah, mengingat Kepulauan Seribu dirancang sebagai destinasi kelas dunia. Kepulauan seribu masuk dalam daftar ‘10 Bali Baru’ yang terus digaungkan pemerintah untuk terus menarik wisatawan mancanegara datang dan menjadikan Kepulauan Seribu sebagai tempat destinasi wisata yang berkesan.
Ketua Komisi B DPRD DKI Yusriah Dzinnun, dalam kompas.com, meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk memberikan pelatihan kepada warga Kepulauan Seribu. Salah satu pelatihan yang dibutuhkan yakni pelatihan Bahasa Inggris supaya warga bisa menyapa turis yang datang.
"Tour guide perlu dilatih bahasa. Warga kalau saya lihat itu agak malu ya menyapa yang bule-bule," ujar Yusriah dalam rapat pembahasan APBD-P DKI 2017 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jumat (18/8/2017).
Seharusnya, menurut Yusriah, warga pulau dibekali kemampuan untuk melakukan percakapan sederhana dengan wisatawan mancanegara yang berwisata di sana, misalnya menyapa dan menawarkan guesthouse kepada turis.
Dinilai olehnya, turis yang datang agak bingung juga, dan warga yang menerima bengong juga. Oleh karena itu, Yusriah meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta untuk memberi pelatihan Bahasa Inggris kepada mereka.
Yusriah juga meminta agar warga pulau dilatih cara menangani para tamu yang datang untuk berlibur.
"Warga itu kurang welcome, kurang ramah. Mereka harus diajarkan bagaimana menyapa tamu, bagaimana menawarkan guesthouse-nya," kata Yusriah.
Menurut Yusriah, pelatihan ini sangat penting karena Kepulauan Seribu merupakan salah satu potensi pariwisata milik Pemprov DKI Jakarta. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan meminta menganggarkan anggaran pelatihan itu.
Sementara di awal tahun, Sekretaris Kepualuan Seribu, Ismer Harahap dalam beritajkarta.com sudah memberikan sejumlah pernyataan bahwa tahun 2017 pelayanan terhadap wisatawan harus lebih baik, lebih ramah, dan mampu memberikan rasa aman dan nyaman.
[caption id="attachment_2001" align="aligncenter" width="698"]
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu ingin pembangunan fisik maupun ekonomi warganya lebih baik di 2017. Terlebih, sebagian besar pulaunya memiliki potensi pariwisata. Pelayanan Pemkab diakui masih belum maksimal, sehingga masih perlu banyak perbaikan dan partisipasi dari warga termasuk pengawasannya.
"Harapan kita tahun ini pelayanan lebih baik dan Kepulauan Seribu menjadi lebih maju baik pembangunan maupun perekonomiannya," tandas Ismer Harahap.
Hali ini memang masih menjadi keprihatinan pemerintah, mengingat Kepulauan Seribu dirancang sebagai destinasi kelas dunia. Kepulauan seribu masuk dalam daftar ‘10 Bali Baru’ yang terus digaungkan pemerintah untuk terus menarik wisatawan mancanegara datang dan menjadikan Kepulauan Seribu sebagai tempat destinasi wisata yang berkesan.
Wednesday, August 16, 2017
Jelang HUT RI, 22 Kapal Yacht dari Australia Akan ke Alor
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Florence Gorangmau memastikan, peserta Sail Indonesia 2017 akan singgah di Kabupaten Alor, jelang Dirgahayu Indonesia ke-72. Penegasan tersebut disampaikan Florence Gorangmau di sela-sela pembacaan laporan panitia pada Penutupan Expo Alor XI dan Alor Karnaval VI di Kalabahi, Kamis,
Menurut Kalibahipos.com, Florence menyatakan untuk tahun 2017, Sail Indonesia akan masuk Alor tanggal 16 sampai 20 Agustus.
Namun Florence Gorangmau meyakini, pendapatan pengrajin tenunan, kuliner-kuliner dan pelaku ekonomi kreatif akan bertambah manakala peserta Sail Indonesia akan singgah di Alor.
Sebelumnya, melansir Balipost.com, dikabarkan bahwa jelang Sail 2017, Penasehat Menteri Pariwisata Bidang Marine Tourism, Dr Marsetio, telah melepas 29 kapal Yacht. Puluhan kapal Yachts ini menjelajahi eksotisme pulau-pulau Indonesia dalam Sail Indonesia 2017. Total ada 85 Yacht yang akan bergabung. Semuanya terbagii dua start atau flag off dari Tual, Maluku sebanyak 56 kapal dan 29 kapal asal berbagai negara berangkat dari Darwin, Australia.
Di Darwin, kapal yacht akan dilepas oleh Penasehat Menteri Pariwisata Bidang Marine Tourism, Dr Marsetio. Sementara yang dari Tual, pelepasan kapal yacht akan dilakukan oleh Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar, Indroyono Soesilo.
Marsetio menjelaskan, nantinya rombongan dari Darwin dan Tual akan bertemu di Sail Sabang 2017, Aceh, pada 28 November 2017. Sementara puncaknya, akan digelar pada 2 Desember 2017 yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo.
[caption id="attachment_1911" align="aligncenter" width="730"]
Kapal Yacht inilah yang akan singgah di Kabupaten Alor dalam Sail Indonesia 2017. (foto: pojoksatu.id)[/caption]
Adapun lokasi pertama yang disinggahi setelah berangkat dari Darwin adalah Kupang, menuju Timor Tengah Utara (Winni). Berikutnya, rombongan pun akan tiba di persinggahan ketiga yakni di Alor pada 16-20 Agustus 2017. Selanjutnya rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Komodo, Sumbawa, Lombok, dan seterusnya.
Sail Indonesia 2017 merupakan pagelaran internasional yang telah diadakan sejak tahun 2000. Kegiatan pelayaran atau sail ini awalnya dicetuskan pada Desember 2000. Saat itu juga didukung oleh Kementerian Pariwisata, untuk membuat kelompok yang mengoordinasikan rally pelayaran kapal layar (Yacht) dunia yang dimulai dari Darwin, Australia, untuk masuk ke wilayah perairan Indonesia dan singgah di Bali, NTT, Kepulauan Seribu, Batam, sebelum meneruskan pelayaran mereka ke Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Alor sendiri adalah sebuah pulau yang terletak di ujung timur Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Alor selain memiliki keindahan Alam yang dapat dilihat secara langsung di daratan dan di pantai, juga memiliki keindahan Alam dibawah laut berupa ikan-ikan langka nan indah serta karang dan tumbuhan-tumbuhan laut yang begitu mempesona.
Maka, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Florence Gorangmau menambahkan, “Tetapi peluang bagi saudara-saudara kita, penenun-penenun yang ada di daerah Alor tercinta, saudara-saudara kita kuliner-kuliner, saudara-saudara kita ekonomi-ekonomi yang bergerak di bidang ekonomi kreatif pasti akan merais keuntungan pada saat kunjungan saudara-saudara kita dari berbagai negara yang berdatangan di Alor."
Menurut Kalibahipos.com, Florence menyatakan untuk tahun 2017, Sail Indonesia akan masuk Alor tanggal 16 sampai 20 Agustus.
Namun Florence Gorangmau meyakini, pendapatan pengrajin tenunan, kuliner-kuliner dan pelaku ekonomi kreatif akan bertambah manakala peserta Sail Indonesia akan singgah di Alor.
Sebelumnya, melansir Balipost.com, dikabarkan bahwa jelang Sail 2017, Penasehat Menteri Pariwisata Bidang Marine Tourism, Dr Marsetio, telah melepas 29 kapal Yacht. Puluhan kapal Yachts ini menjelajahi eksotisme pulau-pulau Indonesia dalam Sail Indonesia 2017. Total ada 85 Yacht yang akan bergabung. Semuanya terbagii dua start atau flag off dari Tual, Maluku sebanyak 56 kapal dan 29 kapal asal berbagai negara berangkat dari Darwin, Australia.
Di Darwin, kapal yacht akan dilepas oleh Penasehat Menteri Pariwisata Bidang Marine Tourism, Dr Marsetio. Sementara yang dari Tual, pelepasan kapal yacht akan dilakukan oleh Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar, Indroyono Soesilo.
Marsetio menjelaskan, nantinya rombongan dari Darwin dan Tual akan bertemu di Sail Sabang 2017, Aceh, pada 28 November 2017. Sementara puncaknya, akan digelar pada 2 Desember 2017 yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo.
[caption id="attachment_1911" align="aligncenter" width="730"]
Adapun lokasi pertama yang disinggahi setelah berangkat dari Darwin adalah Kupang, menuju Timor Tengah Utara (Winni). Berikutnya, rombongan pun akan tiba di persinggahan ketiga yakni di Alor pada 16-20 Agustus 2017. Selanjutnya rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Komodo, Sumbawa, Lombok, dan seterusnya.
Sail Indonesia 2017 merupakan pagelaran internasional yang telah diadakan sejak tahun 2000. Kegiatan pelayaran atau sail ini awalnya dicetuskan pada Desember 2000. Saat itu juga didukung oleh Kementerian Pariwisata, untuk membuat kelompok yang mengoordinasikan rally pelayaran kapal layar (Yacht) dunia yang dimulai dari Darwin, Australia, untuk masuk ke wilayah perairan Indonesia dan singgah di Bali, NTT, Kepulauan Seribu, Batam, sebelum meneruskan pelayaran mereka ke Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Alor sendiri adalah sebuah pulau yang terletak di ujung timur Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Alor selain memiliki keindahan Alam yang dapat dilihat secara langsung di daratan dan di pantai, juga memiliki keindahan Alam dibawah laut berupa ikan-ikan langka nan indah serta karang dan tumbuhan-tumbuhan laut yang begitu mempesona.
Maka, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Alor, Florence Gorangmau menambahkan, “Tetapi peluang bagi saudara-saudara kita, penenun-penenun yang ada di daerah Alor tercinta, saudara-saudara kita kuliner-kuliner, saudara-saudara kita ekonomi-ekonomi yang bergerak di bidang ekonomi kreatif pasti akan merais keuntungan pada saat kunjungan saudara-saudara kita dari berbagai negara yang berdatangan di Alor."
Monday, August 14, 2017
Berburu Destinasi Wisata ke ’10 Bali Baru’
Ini dia, 10 Bali Baru, destinasi wisata yang dicanangkan pemerintah dan layak diburu. Istilah ini dipromosikan oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, demi memberikan tekanan pada ‘performance’ masing-masing daerah untuk bisa menyamai popularitas Bali.
Penetapan 10 Bali Baru tersebut, telah tertuang di dalam surat Sekretariat Kabinet Nomor B 652/Seskab/Maritim/2015 tanggal 6 November 2015 perihal arahan Presiden Republik Indonesia mengenai pariwisata dan arahan Presiden sidang kabinet 4 Januari 2016, ini merupakan inisiasi Presiden Joko Widodo.
Adapun destinasi wisata yang menjadi prioritas pemerintah dalam 10 Bali Baru ini yaitu Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Candi Borobudur Jawa Tengah, Gunung Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok NTB, Pulau Komodo NTT, Morotai Maluku Utara, Taman Nasional Wakatobi Sulawesi Tenggara, Danau Toba (Sumatera Utara), dan Tanjung Kelayang Belitung.
Ada beberapa alasan mengapa Menpar menggunakan ikon ‘Bali’ dalam 10 Bali Baru tersebut. Dalam industri.co.id, Menpar Arief memaparkan bahwa; pertama, 40% wisman masuk ke Indonesia via Bali, sisanya Jakarta 30%, Kepri 20%, dan 10% tersebar luar di daerah lain. Kedua, Bali istimewa karena segudang reputasi dunia dialamatkan ke Pulau Dewata itu. Apalagi, pilihan travellers di TripAdvisor menempatkan Bali sebagai destinasi terbaik dunia.
Ketiga, Bali juga contoh destinasi yang paling lengkap 3A-nya. Atraksi, Akses, Amenitasnya. Sebagai destinasi, Bali paling maju. Maka oleh Menpar Arief, Bali layak dijadikan ikon pariwisata Indonesia. Itulah mengapa 10 destinasi pariwisata kali ini dipromosikan dengan sebutan 10 Bali Baru.
Mengutip Pikiran Rakyat, promosi pariwisata yang terus digeber ini mengalami perkembangan yang signifikan. Ada peningkatan 95 persen wisatawan mancanegara menuju Indonesia dibanding tahun sebelumnya. Tentu saja pertumbuhan ini tak lepas dari program 10 Bali Baru yang digenjot pemerintah.
10 destinasi ini dikedepankan karena masing-masing daerah memiliki karakteristik tersendiri. Menurut Arief Yahya, 10 destinasi wisata itu tak akan dibuat mirip seperti Bali. Justru keberagaman yang membuat Indonesia kaya atraksi, kaya budaya, kaya tradisi, tiap daerah akan dieksplorasi keunikannya. Semuanya memiliki kombinasi alam dan budayanya sendiri.
Maka, mari kita dukung program pemerintah ini, agar para wisman berburu destinasi wisata ke 10 Bali Baru kita.
Penetapan 10 Bali Baru tersebut, telah tertuang di dalam surat Sekretariat Kabinet Nomor B 652/Seskab/Maritim/2015 tanggal 6 November 2015 perihal arahan Presiden Republik Indonesia mengenai pariwisata dan arahan Presiden sidang kabinet 4 Januari 2016, ini merupakan inisiasi Presiden Joko Widodo.
Adapun destinasi wisata yang menjadi prioritas pemerintah dalam 10 Bali Baru ini yaitu Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Candi Borobudur Jawa Tengah, Gunung Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok NTB, Pulau Komodo NTT, Morotai Maluku Utara, Taman Nasional Wakatobi Sulawesi Tenggara, Danau Toba (Sumatera Utara), dan Tanjung Kelayang Belitung.
Ada beberapa alasan mengapa Menpar menggunakan ikon ‘Bali’ dalam 10 Bali Baru tersebut. Dalam industri.co.id, Menpar Arief memaparkan bahwa; pertama, 40% wisman masuk ke Indonesia via Bali, sisanya Jakarta 30%, Kepri 20%, dan 10% tersebar luar di daerah lain. Kedua, Bali istimewa karena segudang reputasi dunia dialamatkan ke Pulau Dewata itu. Apalagi, pilihan travellers di TripAdvisor menempatkan Bali sebagai destinasi terbaik dunia.
Ketiga, Bali juga contoh destinasi yang paling lengkap 3A-nya. Atraksi, Akses, Amenitasnya. Sebagai destinasi, Bali paling maju. Maka oleh Menpar Arief, Bali layak dijadikan ikon pariwisata Indonesia. Itulah mengapa 10 destinasi pariwisata kali ini dipromosikan dengan sebutan 10 Bali Baru.
Mengutip Pikiran Rakyat, promosi pariwisata yang terus digeber ini mengalami perkembangan yang signifikan. Ada peningkatan 95 persen wisatawan mancanegara menuju Indonesia dibanding tahun sebelumnya. Tentu saja pertumbuhan ini tak lepas dari program 10 Bali Baru yang digenjot pemerintah.
10 destinasi ini dikedepankan karena masing-masing daerah memiliki karakteristik tersendiri. Menurut Arief Yahya, 10 destinasi wisata itu tak akan dibuat mirip seperti Bali. Justru keberagaman yang membuat Indonesia kaya atraksi, kaya budaya, kaya tradisi, tiap daerah akan dieksplorasi keunikannya. Semuanya memiliki kombinasi alam dan budayanya sendiri.
Maka, mari kita dukung program pemerintah ini, agar para wisman berburu destinasi wisata ke 10 Bali Baru kita.
Industri Pariwisata Pesat Melesat, Indonesia Kalahkan Thailand
Sejak Menteri Pariwisata dipimpin oleh Arief Yahya, industri pariwisata pesat melesat. Industri Pariwisata Indonesia menjadi ancaman serius bagi negara-negara pesaing di Asia Tenggara.
Selama ini Thailand menjadi ‘musuh’ profesional bagi Menpar Arief Yahya. Indonesia selalu kalah pamor dibanding negara-negara tersebut dalam menggaet wisatawan mancanegara datang ke Indonesia.
Namun berita terkini, menurut jpnn.com, tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), sepanjang semester pertama 2017 mengungguli Negeri Gajah Putih, Thailand. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (1/8), wisman yang pelesiran ke Indonesia pada semester pertama mencapai 6,48 juta. Jumlah itu melesat 22,42 persen dibandingkan periode yang sama 2016 lalu yang berjumlah 5,20 juta.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand sebagaimana dilansir TTR Weekly, kunjungan wisman ke Negeri Gajah Putih pada empat bulan pertama 2017 mencapai 12,02 juta. Angka itu hanya naik 2,91 persen dibandingkan periode yang sama 2016 lalu.
Kunjungan turis asing dari beberapa negara ke Thailand juga anjlok cukup tajam. Penurunan terbesar terjadi dari wisman Tiongkok yang anjlok 7,5 persen.
Di samping itu, Kemenpar juga terus berupaya untuk menggapai prestasi di tingkat dunia. Tak main-main, Indonesia kembali mendapatkan pengakuan dunia. Indonesia berhasil mengungguli Thailand dalam daftar Top 5 destinasi wisata favorit turis Prancis. Indonesia duduk di peringkat 2 dan hanya kalah dari Bahama.
Untuk Top-5, destinasi wisata yang diminati wisatawan mancanegara Perancis, memiliki presentase sebagai beriku; Bahama (99%), Indonesia (79%), Afrika Selatan (69%), Peru (51%) dan Myanmar (49%).
Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga telah membuktikan prestasi kinerjanya dengan meraih kejuaraan dalam Pameran Pariwisata terbesar dunia, The Best Exhibitor 2017 di ITB Berlin. Lagi-lagi pamor Thailand terkalahkan oleh Indonesia.
Bagi Arief Yahya dalam www.goaceh.co, Ini merupakan prestasi yang membanggakan. ITB Berlin adalah pameran pariwisata terbesar dunia, diikuti 187 negara, 10.000 exhibitor, 180.000 pengunjung di Messe Berlin. Semua industri pariwisata, tour travel, airlines, cruise, hotel, resort, atraksi, pemerintah, asosiasi kumpul di ITB Berlin. Dan Wonderful Indonesia menunjukkan kelasnya di level dunia.
Meski demikian, Menpar tak ingin hanya puas sampai di situ. Beliau mentargetkan dapat menjuarai Best of The Best di tahun depan. Jawara lima benua.
Selama ini Thailand menjadi ‘musuh’ profesional bagi Menpar Arief Yahya. Indonesia selalu kalah pamor dibanding negara-negara tersebut dalam menggaet wisatawan mancanegara datang ke Indonesia.
Namun berita terkini, menurut jpnn.com, tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), sepanjang semester pertama 2017 mengungguli Negeri Gajah Putih, Thailand. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (1/8), wisman yang pelesiran ke Indonesia pada semester pertama mencapai 6,48 juta. Jumlah itu melesat 22,42 persen dibandingkan periode yang sama 2016 lalu yang berjumlah 5,20 juta.
Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand sebagaimana dilansir TTR Weekly, kunjungan wisman ke Negeri Gajah Putih pada empat bulan pertama 2017 mencapai 12,02 juta. Angka itu hanya naik 2,91 persen dibandingkan periode yang sama 2016 lalu.
Kunjungan turis asing dari beberapa negara ke Thailand juga anjlok cukup tajam. Penurunan terbesar terjadi dari wisman Tiongkok yang anjlok 7,5 persen.
Di samping itu, Kemenpar juga terus berupaya untuk menggapai prestasi di tingkat dunia. Tak main-main, Indonesia kembali mendapatkan pengakuan dunia. Indonesia berhasil mengungguli Thailand dalam daftar Top 5 destinasi wisata favorit turis Prancis. Indonesia duduk di peringkat 2 dan hanya kalah dari Bahama.
Untuk Top-5, destinasi wisata yang diminati wisatawan mancanegara Perancis, memiliki presentase sebagai beriku; Bahama (99%), Indonesia (79%), Afrika Selatan (69%), Peru (51%) dan Myanmar (49%).
Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga telah membuktikan prestasi kinerjanya dengan meraih kejuaraan dalam Pameran Pariwisata terbesar dunia, The Best Exhibitor 2017 di ITB Berlin. Lagi-lagi pamor Thailand terkalahkan oleh Indonesia.
Bagi Arief Yahya dalam www.goaceh.co, Ini merupakan prestasi yang membanggakan. ITB Berlin adalah pameran pariwisata terbesar dunia, diikuti 187 negara, 10.000 exhibitor, 180.000 pengunjung di Messe Berlin. Semua industri pariwisata, tour travel, airlines, cruise, hotel, resort, atraksi, pemerintah, asosiasi kumpul di ITB Berlin. Dan Wonderful Indonesia menunjukkan kelasnya di level dunia.
Meski demikian, Menpar tak ingin hanya puas sampai di situ. Beliau mentargetkan dapat menjuarai Best of The Best di tahun depan. Jawara lima benua.
Subscribe to:
Posts (Atom)